
Amsal 23:23
Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.
Kita hidup dalam dunia yang sering membuat segala sesuatu memiliki harga.
Waktu bisa ditukar dengan uang.
Keahlian bisa ditukar dengan penghasilan.
Popularitas bisa ditukar dengan perhatian.
Bahkan hubungan dapat dipertahankan selama masih memberikan keuntungan.
Tanpa sadar, cara berpikir seperti ini juga dapat masuk ke dalam kehidupan moral dan rohani kita.
Kita mulai bertanya, “Apa untungnya kalau saya tetap jujur?” atau “Apa yang saya dapat kalau saya mempertahankan prinsip ini?”
Amsal 23:23 memberikan jawaban yang tegas: jangan semua hal diperlakukan seperti barang yang boleh dipertukarkan.
Ada sesuatu yang harus kita dapatkan dengan sungguh-sungguh, tetapi tidak boleh kita lepaskan: kebenaran.
Meski ada saat ketika berkata jujur membuat kita berada dalam posisi yang tidak nyaman.
Meski ada saat ketika mempertahankan integritas membuat kita kehilangan keuntungan.
Meski ada saat ketika mengikuti prinsip firman Tuhan membuat kita harus mengatakan “tidak” ketika orang lain berkata “ya”.
Pada saat seperti itu, kita perlu mengingat bahwa tidak semua kerugian adalah kegagalan.
Kadang-kadang kita memang harus kehilangan sesuatu supaya tidak kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga.
Bayangkan seseorang yang mendapatkan keuntungan besar karena berbohong.
Secara ekonomi ia mungkin terlihat berhasil.
Tetapi jika untuk mendapatkan keuntungan itu ia harus menjual integritasnya, sesungguhnya ia telah membayar harga yang jauh lebih mahal daripada uang yang diterimanya.
Kebenaran memang bisa terasa mahal. Tetapi kehilangan kebenaran jauh lebih mahal.
Menariknya, Amsal tidak hanya berkata, “Belilah kebenaran.”
Ayat ini juga berkata, “demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.”
Ini menunjukkan bahwa kebenaran harus terus dipelihara melalui proses belajar dan dibentuk.
Kita tidak pernah boleh merasa sudah cukup tahu.
Kita membutuhkan didikan.
Kita membutuhkan teguran.
Kita membutuhkan nasihat.
Kita membutuhkan pengertian.
Orang yang bijaksana bukan orang yang tidak pernah dikoreksi, tetapi orang yang bersedia membayar harga untuk terus belajar.
Karena itu, jangan hanya bertanya, “Apa yang bisa saya dapatkan hari ini?”
Tanyakan juga, “Apa yang tidak boleh saya korbankan?”
Mungkin kita perlu mengorbankan kenyamanan untuk mempertahankan kebenaran.
Mungkin kita perlu mengorbankan keuntungan untuk mempertahankan kejujuran.
Mungkin kita perlu mengorbankan ego untuk menerima didikan.
Mungkin kita perlu mengorbankan popularitas untuk tetap melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan.
Tidak semuanya harus dipertahankan. Ada hal-hal yang memang boleh kita lepaskan. Tetapi kebenaran bukan salah satunya.
Jangan menjual kebenaran hanya karena harganya sedang terasa mahal.
Sebab pada akhirnya, apa gunanya memperoleh dunia tetapi kehilangan integritas hati?
Belilah kebenaran.
Kejarlah hikmat.
Terimalah didikan.
Carilah pengertian.
Tetapi jangan pernah menjual semuanya hanya demi keuntungan yang sementara.
Jangan menjual kebenaran demi keuntungan sesaat, karena kehilangan integritas selalu lebih mahal daripada kehilangan keuntungan.