
Amsal 1:10
Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut.
Tidak semua ajakan harus kita ikuti.
Ada ajakan yang membawa kita menjadi lebih baik, tetapi ada juga ajakan yang perlahan-lahan membawa kita menjauh dari Tuhan.
Sering kali kita berpikir bahwa dosa dimulai ketika kita melakukan sesuatu yang salah.
Namun Amsal menunjukkan bahwa sebelumnya ada proses membujuk.
Seseorang mengajak.
Kita mendengar.
Kita mempertimbangkan.
Kita mulai tertarik.
Kemudian kita mengikuti.
Karena itu, salah satu bentuk hikmat terbesar adalah kemampuan untuk menghentikan proses tersebut sejak awal.
Jangan menunggu sampai dosa menjadi kebiasaan baru kita berkata, “Seandainya waktu itu saya tidak ikut.”
Jangan menunggu sampai hubungan yang salah menjadi terlalu dalam.
Jangan menunggu sampai kompromi menjadi gaya hidup.
Jangan menunggu sampai kita kehilangan kendali.
Belajarlah berkata: “Tidak. Saya tidak mau ikut.”
Mungkin kita akan dianggap aneh.
Mungkin kita kehilangan kesempatan untuk diterima oleh kelompok tertentu.
Tetapi kehilangan penerimaan manusia jauh lebih kecil daripada kehilangan arah hidup karena mengikuti ajakan yang salah.
Orang bijak tidak hanya tahu apa yang harus dilakukan. Ia juga tahu apa yang harus ditolak.
Hari ini, mungkin ada sebuah ajakan yang sedang kita pertimbangkan.
Tanyakan: “Kalau saya mengikuti ajakan ini, apakah saya sedang semakin dekat kepada Tuhan atau semakin jauh dari-Nya?”
Jangan hanya bertanya apakah sesuatu menyenangkan. Tanyakan apakah sesuatu benar.
Hikmat bukan hanya tahu kapan berkata ya, tetapi juga berani berkata tidak.