Ketika Dosa Dianggap Biasa


Inilah jalan perempuan yang berzinah: ia makan, lalu menyeka mulutnya, dan berkata: Aku tidak berbuat sesuatu yang salah.


Amsal 30:20 menggambarkan seseorang yang melakukan dosa, lalu seperti tidak terjadi apa-apa. Ia makan, menyeka mulutnya, dan melanjutkan hidupnya.

Tidak ada pengakuan.
Tidak ada penyesalan.
Tidak ada pertobatan.

Seolah-olah semuanya baik-baik saja.

Pada awalnya hati mungkin menegur.

Tetapi jika dosa terus dipelihara, hati dapat mulai mencari alasan:

“Semua orang juga melakukannya.”
“Ini tidak terlalu serius.”
“Saya tidak merugikan siapa-siapa.”
“Tuhan pasti mengerti.”

Akhirnya kita bukan lagi berusaha meninggalkan dosa, tetapi berusaha membuat dosa terlihat tidak salah.

Itulah bahaya yang digambarkan ayat ini.

Kita dapat membersihkan jejak di luar, tetapi tidak dapat membersihkan hati kita dengan usaha sendiri.

Karena itu, respons yang benar terhadap dosa bukanlah menyangkalnya, tetapi mengakuinya di hadapan Tuhan.

Pertobatan dimulai ketika kita berhenti berkata, “Aku tidak berbuat sesuatu yang salah,” dan berani berkata,“Tuhan, aku telah berdosa. Ampunilah aku dan ubahlah hidupku.”

Anugerah Tuhan bukan alasan untuk menganggap dosa sebagai sesuatu yang biasa.

Justru karena kita telah menerima anugerah, kita dipanggil untuk tidak lagi berdamai dengan dosa.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *