
Amsal 27:18
Siapa memelihara pohon ara akan memakan buahnya, dan siapa menjaga tuannya akan dihormati.
Tidak semua hasil yang baik datang dengan cepat.
Seorang petani yang menanam pohon ara tidak dapat memaksanya berbuah dalam satu malam.
Ia harus merawatnya, memperhatikan pertumbuhannya, menjaga kondisinya, dan menunggu waktunya.
Kesetiaan dalam merawat akhirnya menghasilkan sesuatu yang dapat dinikmati.
Demikian juga dengan banyak hal dalam hidup kita.
Keluarga perlu dirawat.
Pelayanan perlu dirawat.
Pekerjaan perlu dirawat.
Hubungan dengan sesama perlu dirawat.
Bahkan karakter kita sendiri perlu terus dibentuk dan dijaga.
Sering kali kita menginginkan hasil tanpa proses.
Kita ingin hubungan yang baik tanpa membangun komunikasi.
Kita ingin pelayanan yang bertumbuh tanpa kesetiaan.
Kita ingin dipercaya tanpa terlebih dahulu membuktikan bahwa kita dapat dipercaya.
Amsal 27:18 mengingatkan bahwa buah berkaitan dengan pemeliharaan.
Pohon ara yang tidak dirawat tidak dapat diharapkan menghasilkan buah yang baik.
Demikian pula tanggung jawab yang terus diabaikan tidak akan menghasilkan sesuatu yang bernilai.
Kesetiaan juga tidak selalu mendapat penghargaan dengan segera.
Ada pekerjaan yang kita lakukan berulang kali tanpa ada yang memperhatikan.
Ada pelayanan yang dilakukan dalam kesunyian.
Ada tanggung jawab yang terasa biasa dan tidak istimewa.
Namun, Tuhan melihat kesetiaan.
Karena itu, jangan meremehkan hal-hal kecil yang sedang dipercayakan kepada kita.
Rawatlah dengan sungguh-sungguh.
Kerjakan dengan hati yang benar.
Jangan hanya bertahan ketika semuanya mudah, tetapi tetaplah setia ketika hasilnya belum terlihat.
Apa yang kita rawat hari ini mungkin menjadi buah yang kita nikmati di kemudian hari.
Jangan berhenti hanya karena belum melihat hasilnya.
Tetap setia merawat apa yang Tuhan percayakan.
Buah yang baik sering kali lahir dari kesetiaan yang dilakukan berulang kali.