Pemberian yang membuka Pintu


Hadiah memberi keluasan kepada orang, membawa dia menghadap orang-orang besar.


Ada kesempatan yang muncul ketika seseorang melihat apa yang kita kerjakan, apa yang kita miliki, atau apa yang dengan tulus kita berikan.

Amsal berkata, “Hadiah memberi keluasan kepada seseorang, ia membawa dia menghadap orang-orang besar.”

Pemberian dapat membuka pintu.

Sebuah karya dapat membuka kesempatan.
Sebuah talenta dapat membawa seseorang ke tempat yang lebih luas.
Kemurahan hati dapat membangun hubungan.

Bahkan sesuatu yang sederhana yang kita berikan kepada orang lain dapat menjadi jalan menuju kesempatan yang sebelumnya tidak pernah kita bayangkan.

Alkitab tidak pernah membenarkan suap.

Pemberian yang dimaksud dalam Amsal 18:16 bukanlah manipulasi untuk mendapatkan keuntungan yang tidak benar.

Sebaliknya, ayat ini menunjukkan sebuah kenyataan bahwa apa yang kita miliki dan berikan dapat memengaruhi kesempatan yang kita terima.

Karena itu, pertanyaannya bukan hanya, “Apa yang bisa saya dapatkan?”, tetapi juga, “Apa yang Tuhan sudah berikan kepada saya sehingga dapat saya gunakan untuk memberkati orang lain?”

Mungkin Tuhan memberikan kepadamu kemampuan berbicara. Gunakan untuk membangun.

Mungkin Tuhan memberikan kemampuan bekerja. Gunakan untuk menghasilkan sesuatu yang berguna.

Mungkin Tuhan mempercayakan harta. Gunakan dengan murah hati dan bertanggung jawab.

Mungkin Tuhan memberikan kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang tertentu.

Pintu yang terbuka bukan selalu tanda bahwa kita harus masuk untuk kepentingan diri sendiri.

Kadang Tuhan membuka pintu supaya melalui kita, orang lain menerima pertolongan, kebenaran, dan berkat.

Jangan takut memberikan apa yang Tuhan percayakan kepadamu.

Talenta yang diberikan Tuhan dapat membuka pintu.
Kemurahan hati dapat membuka pintu.
Kerja keras dapat membuka pintu.
Karya yang baik dapat membuka pintu.

Bukan pemberian kita yang menentukan masa depan kita. Tuhanlah yang memegang masa depan kita.

Maka gunakan apa yang ada di tanganmu dengan bijaksana.

Berikan dengan tulus. Berkaryalah dengan sungguh-sungguh.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *