
Amsal 20:12
Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, kedua-duanya dibuat oleh TUHAN
Kita sering menganggap melihat dan mendengar sebagai sesuatu yang biasa.
Setiap pagi kita membuka mata dan melihat keadaan di sekitar kita.
Kita mendengar suara orang berbicara, mendengar berita, membaca berbagai informasi, dan menerima begitu banyak suara sepanjang hari.
Karena semuanya terjadi secara alami, kita jarang berhenti untuk menyadari bahwa kemampuan itu sendiri adalah pemberian Tuhan.
Amsal 20:12 membawa kita kembali kepada sumbernya: “Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, kedua-duanya dibuat oleh TUHAN.”
Ada sesuatu yang sangat sederhana tetapi penting dalam ayat ini.
Tuhan bukan hanya memperhatikan hal-hal besar dalam kehidupan kita.
Ia adalah Pencipta yang memberikan kepada kita kemampuan untuk melihat dan mendengar.
Karena itu, mata dan telinga seharusnya tidak hanya digunakan untuk memenuhi keinginan kita, tetapi juga untuk belajar mengenali kebenaran dan berjalan dalam hikmat.
Masalahnya, kita sering melihat tetapi tidak sungguh-sungguh memperhatikan.
Kita dapat melihat seseorang yang sedang terluka, tetapi memilih tidak peduli.
Kita dapat melihat bahwa sebuah keputusan mulai membawa masalah, tetapi tetap mempertahankannya karena kita tidak mau mengakui kesalahan.
Kita dapat melihat kelemahan orang lain dengan sangat jelas, tetapi tidak mampu melihat kelemahan diri sendiri.
Kita juga sering mendengar tetapi tidak sungguh-sungguh mendengarkan.
Kita mendengar nasihat, tetapi hanya menerima nasihat yang sesuai dengan keinginan kita.
Kita mendengar teguran, tetapi segera mencari alasan untuk membela diri.
Kita mendengar firman Tuhan, tetapi setelah mendengarnya kita kembali menjalani hidup seperti sebelumnya.
Di sinilah hikmat menjadi penting.
Orang berhikmat bukan hanya orang yang mampu melihat, tetapi orang yang bersedia melihat kenyataan sebagaimana adanya.
Orang berhikmat bukan hanya orang yang mampu mendengar, tetapi orang yang bersedia menerima kebenaran sekalipun kebenaran itu tidak selalu menyenangkan.
Kadang-kadang yang kita perlukan bukan informasi baru, tetapi keberanian untuk menerima apa yang sebenarnya sudah kita lihat dan dengar.
Mungkin Tuhan sudah menunjukkan sesuatu melalui keadaan yang kita alami.
Mungkin sebuah kegagalan sedang memperlihatkan bahwa ada keputusan yang perlu diperbaiki.
Mungkin teguran dari seseorang sebenarnya sedang menolong kita melihat bagian diri yang selama ini tidak kita sadari.
Mungkin firman Tuhan sudah berkali-kali berbicara tentang sesuatu yang perlu kita ubah, tetapi kita terus mengabaikannya.
Amsal 20:12 mengingatkan kita bahwa mata dan telinga kita dibuat oleh Tuhan. Karena itu, kita perlu menggunakannya dengan benar.
Jangan hanya menggunakan mata untuk mencari kesalahan orang lain. Gunakan mata untuk melihat apa yang Tuhan ingin kita pelajari.
Jangan hanya menggunakan telinga untuk mendengar pujian. Gunakan telinga untuk menerima nasihat dan teguran yang dapat membawa kita kepada kehidupan yang lebih benar.
Jangan hanya melihat apa yang ada di depan mata. Belajarlah melihat dengan hikmat.
Jangan hanya mendengar kata-kata yang menyenangkan. Belajarlah mendengar kebenaran.
Kita tidak dapat mengendalikan semua hal yang akan kita lihat dan dengar hari ini.
Tetapi kita dapat menentukan bagaimana kita meresponsnya.
Kita dapat memilih apakah kita akan menjadi orang yang keras hati atau orang yang mau belajar.
Ada kalanya Tuhan menggunakan sesuatu yang tidak menyenangkan untuk membuka mata kita.
Ada kalanya Ia memakai perkataan yang keras tetapi benar untuk membuka telinga kita.
Dan ketika itu terjadi, respons yang bijaksana bukanlah langsung menolak, melainkan berhenti sejenak dan bertanya, “Tuhan, apa yang Engkau ingin saya lihat? Apa yang Engkau ingin saya dengar?”
Mata yang melihat dan telinga yang mendengar menjadi berkat ketika keduanya dipakai untuk mencari hikmat Tuhan.
Hari ini, jangan terburu-buru melewati apa yang Tuhan izinkan kita lihat dan dengar.
Perhatikan. Dengarkan. Renungkan. Belajarlah.
Sebab mungkin di balik sesuatu yang selama ini kita anggap biasa, Tuhan sedang mengajar kita sesuatu yang sangat penting.
Hikmat dimulai ketika kita tidak hanya melihat dengan mata dan mendengar dengan telinga, tetapi juga mau menerima apa yang Tuhan sedang tunjukkan kepada kita