Jangan Dikuasai Amarah


Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.


Ada saatnya kita marah.
Ada saatnya kita kecewa.

Ada saatnya perkataan atau tindakan seseorang benar-benar melukai hati kita.

Tetapi perasaan yang benar tidak selalu menghasilkan respons yang benar.

Ia tidak memberi waktu bagi dirinya untuk berpikir.

Apa yang dirasakan langsung diucapkan atau dilakukan.

Akibatnya, satu masalah dapat melahirkan masalah yang baru.

Ia tidak menyangkal kemarahannya, tetapi tidak menyerahkan kendali kepada kemarahannya.

Ia belajar berhenti sejenak, menenangkan diri, dan memilih respons yang tidak memperburuk keadaan.

Tetapi memiliki alasan untuk marah tidak berarti kita memiliki alasan untuk menyakiti orang lain.

Karena itu, ketika emosi sedang tinggi, jangan terburu-buru berbicara.

Jangan langsung membalas.

Jangan mengambil keputusan ketika hati sedang dikuasai amarah.

Hari ini, ketika sesuatu membuat kita marah, mari belajar menjadi orang yang bijak:

Bukan dengan menghilangkan semua emosi, tetapi dengan mengendalikan apa yang kita lakukan terhadap emosi itu.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *