Sukacita yang Dipelihara

Sukacita yang Dipelihara


Diberkatilah kiranya sendangmu, bersukacitalah dengan isteri masa mudamu:rusa yang manis, kijang yang jelita; biarlah buah dadanya selalu memuaskan engkau, dan engkau senantiasa berahi karena cintanya.


Padahal kenyataannya tidak demikian.

Pernikahan yang kuat bukan dibangun oleh waktu, tetapi oleh komitmen untuk terus mengasihi, menghargai, dan memelihara hubungan itu setiap hari.

Amsal 5:18–19 mengingatkan bahwa pasangan hidup bukanlah beban yang harus ditanggung, melainkan berkat yang harus disyukuri.

Sang penulis bahkan mendorong agar suami “bersukacita” dengan istrinya.

Kata itu menunjukkan sebuah pilihan yang aktif.  

Karena sesungguhnya sukacita tidak selalu muncul secara otomatis, tetapi dipelihara melalui perhatian, komunikasi, pengampunan, doa bersama, dan kasih yang terus diperbarui.

Kesibukan pekerjaan, tanggung jawab mengurus anak, tekanan ekonomi, atau rutinitas yang monoton dapat membuat suami istri hidup serumah tetapi kehilangan kedekatan hati.

Ketika hati menjadi kosong, godaan dari luar akan terasa semakin menarik.

Karena itulah Amsal tidak hanya berkata, “Jangan berzinah,” tetapi juga mengajarkan prinsip yang lebih dalam: penuhilah hatimu dengan kasih kepada pasanganmu sendiri.

Orang yang bersyukur atas anugerah yang Tuhan berikan akan lebih kuat menghadapi godaan untuk mencari kepuasan di tempat lain.

Kesetiaan selalu dimulai dari hati yang puas di dalam Tuhan.

Orang yang belajar bersyukur atas apa yang Tuhan percayakan kepadanya tidak mudah dikuasai oleh keinginan yang salah.

Sebaliknya, hati yang terus merasa kurang akan selalu tergoda mengejar sesuatu yang bukan miliknya.

Ingat kembali alasan mengapa Tuhan mempertemukan Anda berdua.

Luangkan waktu untuk berbicara, tertawa bersama, berdoa bersama, dan saling membangun.

Peliharalah kasih itu sebelum dunia mencoba merampasnya.

Rumah tangga yang dipenuhi syukur, kesetiaan, dan sukacita bukanlah rumah tangga yang tanpa masalah, melainkan rumah tangga yang setiap hari memilih untuk mengasihi sesuai kehendak Tuhan.