Kebersamaan yang Salah


Jikalau mereka berkata: ‘Marilah kita menghadang darah, marilah kita mengintai orang yang tidak bersalah, dengan tidak semena-mena; marilah kita menelan mereka hidup-hidup seperti dunia orang mati, bulat-bulat, seperti mereka yang turun ke dalam liang kubur.


Kita ingin memiliki teman.
Kita ingin menjadi bagian dari kelompok.
Kita ingin merasa bahwa ada orang yang berjalan bersama kita.

Itu bukan sesuatu yang salah.

Amsal 1 menunjukkan sebuah kelompok yang menggunakan kata “kita” untuk mengajak seseorang masuk ke dalam kejahatan.

Ada kekuatan dalam kata “kita”.

Ketika sendirian, seseorang mungkin berkata, “Saya tidak mau.”

Tetapi ketika teman-temannya berkata, “Ayo, kita lakukan bersama,” keberaniannya bisa berubah menjadi keberanian yang salah.

Tanyakan juga: “Menjadi seperti apakah saya ketika bersama mereka?”

Apakah saya menjadi lebih jujur?
Lebih mengasihi?
Lebih bertanggung jawab?
Lebih dekat kepada Tuhan?

Atau justru semakin mudah berbohong, merendahkan orang lain, membenci, melakukan kecurangan, dan menganggap dosa sebagai sesuatu yang biasa?

Ada kelompok yang membuat kita bertumbuh.

Ada pula kelompok yang membuat hati kita perlahan menjadi kebal terhadap kebenaran.

Kita memang tidak dipanggil untuk hidup sendirian.

Tetapi kita perlu memilih dengan bijaksana siapa yang kita izinkan berjalan dekat dengan kita.

Sebab terkadang masalahnya bukan karena kita tidak tahu mana yang benar.

Jangan mengorbankan kebenaran hanya supaya tetap diterima oleh sebuah kelompok.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *