Jangan Tertipu oleh Kemasan


Telah kuhamparkan permadani di atas tempat tidurku, kain lenan beraneka warna dari Mesir.  Telah kuperciki pembaringanku dengan mur, gaharu dan kayu manis.


Makanan dikemas dengan gambar yang menggugah selera.

Produk dibuat dengan desain yang menarik.

Iklan menampilkan kehidupan yang sempurna.

Bahkan sesuatu yang sebenarnya biasa saja dapat terlihat luar biasa ketika dikemas dengan tepat.

Amsal 7:16–17 memperlihatkan bagaimana perempuan yang menggoda pemuda itu tidak langsung berkata, “Mari kita melakukan sesuatu yang salah.”

Sebaliknya, ia menciptakan suasana.

Ia memperlihatkan tempat yang nyaman.
Ia menawarkan sesuatu yang indah.
Ia menghadirkan aroma yang menyenangkan.

Dengan kata lain, ia membuat jalan menuju dosa terasa menyenangkan.

Godaan tidak selalu berkata: “Ayo, hancurkan hidupmu.”

Kadang ia berkata:

“Sekali saja.”
“Tidak ada yang tahu.”
“Kamu pantas menikmati ini.”
“Semua orang juga melakukannya.”
“Yang penting kamu bahagia.”
“Tidak akan terjadi apa-apa.”

Itulah sebabnya kita perlu berhati-hati.

Yang terlihat indah belum tentu membawa kepada kebaikan.

Bayangkan seseorang melihat sebuah jalan yang sangat indah.

Jalannya bersih, dihiasi lampu, dan pemandangannya menyenangkan.

Tetapi kalau jalan itu ternyata menuju jurang, keindahan jalan tersebut tidak mengubah tujuan akhirnya.

Ada keputusan yang terasa menyenangkan hari ini tetapi menghasilkan luka bertahun-tahun kemudian.

Ada hubungan yang awalnya terasa begitu indah tetapi perlahan menjauhkan kita dari Tuhan.

Ada uang yang diperoleh dengan cara yang salah tetapi terasa seperti berkat.

Ada hiburan yang terlihat tidak berbahaya tetapi perlahan merusak hati.

Ada kesempatan yang tampaknya menguntungkan tetapi menuntut kita mengorbankan integritas.

Jangan hanya melihat apa yang kita dapatkan sekarang. Lihat juga apa yang sedang kita tuju.

Jangan hanya bertanya: “Apakah saya menyukainya?”
Tanyakan: “Apakah Tuhan berkenan?”

Jangan hanya bertanya: “Apakah ini membuat saya bahagia?”
Tanyakan: “Apakah ini membuat saya semakin dekat dengan Tuhan?”

Jangan hanya bertanya: “Apa yang akan saya dapatkan?”
Tanyakan: “Apa yang mungkin saya kehilangan?”

Karena dosa hampir selalu menunjukkan hadiahnya di depan, tetapi menyembunyikan harganya di belakang.

Tetapi ia tidak melihat apa yang sedang menunggunya setelah itu.

Ia tidak melihat kehancuran.
Ia tidak melihat rasa malu.
Ia tidak melihat konsekuensi.
Ia hanya melihat apa yang ada di depan matanya.

Dan itulah bahayanya.

Perasaan bisa berubah.
Keinginan bisa berubah.
Situasi bisa berubah.

Tetapi firman Tuhan tetap menjadi standar.

“Mengapa ini terlihat begitu menarik?”
“Apa yang sebenarnya sedang ditawarkan?”

“Apakah ini benar-benar berkat Tuhan, atau hanya godaan yang dikemas dengan indah?”

Orang bijaksana tidak hanya memiliki mata untuk melihat apa yang tampak, tetapi juga hikmat untuk melihat apa yang ada di baliknya.

Hari ini mungkin ada sesuatu yang sedang terlihat sangat menarik dalam hidup kita.

Sebuah hubungan.
Sebuah kesempatan.
Sebuah keuntungan.
Sebuah kesenangan.
Sebuah keputusan.

Jangan buru-buru mengambilnya hanya karena kemasannya indah.

Bawa kepada Tuhan.
Uji dengan firman-Nya.
Lihat akibatnya.

Sebab tidak semua yang terasa nyaman adalah baik, dan tidak semua yang terlihat indah berasal dari Tuhan.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *