Jangan Sampai Dirimu Dibujuk


Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut.


Ada ajakan yang terdengar sederhana:

“Sekali saja.”
“Tidak akan ada yang tahu.”
“Semua orang juga melakukannya.”
“Santai saja, jangan terlalu serius.”

Kalimat-kalimat seperti itu mungkin terdengar sepele. Tetapi sering kali, masalahnya bukan pada besarnya ajakan tersebut. Masalahnya adalah ke mana ajakan itu membawa kita.

Kita dapat mengetahui bahwa sesuatu itu salah, tetapi tetap jatuh karena terlalu lama mendengarkan orang yang membujuk kita untuk melakukannya.

Karena itu, hikmat bukan hanya kemampuan mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.

Hikmat juga berarti berani mengambil jarak dari pengaruh yang sedang membawa kita menjauh dari kebenaran.

Bukan karena kita merasa lebih baik daripada orang lain.
Bukan karena kita ingin menghakimi.

Tetapi karena kita tahu bahwa ada jalan yang tidak boleh kita ikuti.

Jangan menunggu sampai hati kita menjadi lemah untuk kemudian mencari kekuatan.

Jangan menunggu sampai kita terjebak untuk kemudian mencoba keluar.

Sebab sering kali, kemenangan atas dosa bukan terjadi ketika kita berhasil keluar dari pencobaan, tetapi ketika kita tidak pernah masuk ke dalamnya.

Hari ini, mungkin ada suara yang sedang membujuk kita untuk melakukan sesuatu yang kita tahu tidak benar.

Jangan bernegosiasi terlalu lama dengan dosa.
Dengarkan firman Tuhan, bukan bujukan dosa.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *