Jangan Membanggakan Diri

Jangan Membanggakan Diri


Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu.  Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal dan bukan bibirmu sendiri.”


Kita membuat rencana, menetapkan tujuan, dan berharap semuanya berjalan sesuai keinginan.

Namun, Amsal 27:1 mengingatkan bahwa kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi esok hari.

Kehidupan berada dalam tangan Tuhan, dan kesadaran ini seharusnya membuat kita menjalani hari dengan rendah hati.

Tidak sedikit orang yang membanggakan keberhasilan, kemampuan, atau pencapaian yang dimilikinya.

Mereka merasa bahwa apa yang telah dicapai menjadi alasan untuk meninggikan diri.

Kebijaksanaan bukan berarti kita harus menyangkal kemampuan atau keberhasilan, melainkan menyadari bahwa semuanya bukan alasan untuk merasa lebih hebat daripada orang lain.

Kedua ayat ini mengajarkan bahwa kesombongan dapat muncul ketika kita terlalu yakin terhadap masa depan dan terlalu bangga terhadap diri sendiri.

Kita lupa bahwa hidup memiliki keterbatasan dan bahwa segala sesuatu yang kita miliki tidak seharusnya menjadi alasan untuk meninggikan diri.

Orang yang bijaksana belajar menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab, tetapi tetap menyadari bahwa dirinya bergantung kepada Tuhan.

Rencanakan masa depan dengan bijaksana, kerjakan tanggung jawab dengan setia, dan terimalah keberhasilan dengan hati yang bersyukur.

Sebab, hidup yang bijaksana bukan tentang membuktikan betapa hebatnya diri kita, melainkan tentang menjalani kehidupan dengan rendah hati di hadapan Tuhan.