Hikmat yang Memberi Kekuatan

Hikmat yang Memberi Kekuatan


Aku mempunyai nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan.


Kita tahu bahwa kita harus meminta maaf, tetapi ego menahannya.

Kita tahu bahwa kita harus berhenti dari kebiasaan yang salah, tetapi kita terus mengulanginya.

Kita tahu bahwa kita harus berkata jujur, tetapi kita takut terhadap konsekuensinya.

Kita tahu keputusan mana yang benar, tetapi kita tergoda memilih jalan yang lebih mudah.

Di sinilah kita melihat bahwa hikmat bukan sekadar pengetahuan.

Hikmat dari Tuhan memberi kita lebih daripada sekadar informasi mengenai apa yang benar.

Hikmat menolong kita memahami, mempertimbangkan, dan akhirnya memiliki kekuatan untuk menjalani kebenaran itu.

Kadang-kadang kita meminta Tuhan mengubah keadaan, padahal yang pertama-tama perlu Tuhan ubah adalah cara kita melihat keadaan tersebut.

Kita melihat masalah sebagai jalan buntu; hikmat melihatnya sebagai kesempatan untuk belajar percaya kepada Tuhan.

Kita melihat orang yang menyakiti kita sebagai musuh; hikmat mengajar kita untuk melihat bahwa kita tetap dipanggil untuk mengasihi dan melakukan yang benar.

Kita melihat keputusan sulit sebagai sesuatu yang harus dihindari; hikmat mengajar kita bahwa ada saatnya kebenaran memang membutuhkan keberanian.

Berdoalah juga, “Tuhan, berikan aku hikmat untuk mengetahui jalan yang benar dan kekuatan untuk menjalaninya.”

Sebab sering kali kita tidak membutuhkan lebih banyak pilihan.

Kita membutuhkan pengertian untuk memilih dengan benar dan kekuatan untuk tetap setia setelah memilihnya.

Dan sumber hikmat itu adalah Tuhan sendiri.

Di dalam Kristus, kita bukan hanya menerima pengetahuan tentang kebenaran, tetapi dipanggil untuk hidup dalam kebenaran melalui pertolongan dan kuasa-Nya.

Hari ini mungkin ada sesuatu yang sedang Anda hadapi yang membuat Anda bingung atau lemah.

Jangan terburu-buru mengandalkan kemampuan sendiri.

Datanglah kepada Tuhan.

Mintalah nasihat ketika bingung, pertimbangan ketika harus memilih, pengertian ketika tidak memahami, dan kekuatan ketika tahu apa yang benar tetapi sulit melakukannya.