
Amsal 3:17
Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya menuju kesejahteraan.
Kita sering menganggap bahwa pilihan terbaik adalah pilihan yang paling mudah.
Kalau ada jalan yang lebih cepat, kita pilih yang cepat.
Kalau ada pilihan yang tidak membutuhkan pengorbanan, kita memilihnya.
Kalau harus memilih antara melakukan yang benar dan melakukan yang nyaman, hati kita sering tergoda memilih yang nyaman.
Tetapi jalan yang mudah tidak selalu merupakan jalan yang baik.
Ada jalan yang mudah untuk mendapatkan uang, tetapi tidak jujur.
Ada jalan yang mudah untuk menyelesaikan konflik, tetapi dengan menyimpan kepahitan.
Ada jalan yang mudah untuk mendapatkan penerimaan orang lain, tetapi dengan mengorbankan prinsip.
Ada jalan yang mudah untuk memuaskan keinginan, tetapi akhirnya membawa penyesalan.
Amsal mengingatkan kita bahwa hikmat Tuhan memberikan jalan yang jauh lebih baik.
Jalan hikmat mungkin tidak selalu paling mudah, tetapi membawa kita kepada kehidupan yang benar.
Ketika kita memilih kejujuran meskipun merugikan, mengampuni meskipun terluka, bersabar meskipun ingin membalas, dan menaati Tuhan meskipun harus menyangkal diri, kita sedang berjalan di jalan hikmat.
Kebahagiaan yang dimaksud bukan berarti hidup tanpa masalah.
Kesejahteraan bukan berarti semua keinginan kita terpenuhi. Yang ditawarkan hikmat adalah kehidupan yang berjalan dalam arah yang benar bersama Tuhan.
Karena itu, jangan hanya bertanya, “Mana jalan yang paling mudah?”
Tanyakan juga:
“Mana jalan yang paling sesuai dengan hikmat Tuhan?”
Sebab jalan yang mudah mungkin membuat kita cepat sampai, tetapi hanya jalan yang benar yang membawa kita ke tempat yang seharusnya.
Jangan selalu memilih jalan yang paling mudah; pilihlah jalan yang paling benar di hadapan Tuhan.
