
Amsal 2:12
supaya engkau terlepas dari jalan yang jahat, dari orang yang mengucapkan tipu muslihat.
Kita sering berpikir bahwa sesuatu yang berbahaya pasti terlihat buruk sejak awal. Padahal tidak selalu demikian.
Ada jalan yang salah yang dimulai dari sebuah percakapan.
Seseorang memberikan nasihat. Kita mendengarnya.
Kedengarannya masuk akal. Bahkan mungkin terdengar seperti sesuatu yang menguntungkan kita.
Sedikit demi sedikit, kita mulai mempertimbangkannya.
Sampai akhirnya kita melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.
Itulah sebabnya Amsal 2:12 mengingatkan kita tentang perkataan yang penuh tipu muslihat.
Tidak semua orang yang berbicara dengan percaya diri sedang mengatakan kebenaran.
Tidak semua nasihat yang terdengar pintar berasal dari hikmat.
Dan tidak semua kesempatan yang terlihat menguntungkan layak kita ambil.
Kita membutuhkan hikmat untuk membedakan suara yang benar dari suara yang menyesatkan.
Kadang-kadang masalah kita bukan karena kita tidak tahu apa yang benar.
Kita sebenarnya tahu. Tetapi kita terlalu mudah dipengaruhi oleh perkataan orang lain.
Karena itu, jangan hanya bertanya, “Apakah perkataan ini masuk akal?”
Tanyakan juga, “Apakah perkataan ini sesuai dengan kebenaran Tuhan?”
Hikmat Tuhan menolong kita berhenti sejenak sebelum mengikuti sebuah nasihat.
Hikmat membuat kita tidak mudah terbawa emosi, tekanan, keuntungan sesaat, atau bujukan orang lain.
Hari ini mungkin ada banyak suara yang mencoba memengaruhi keputusan kita.
Ada suara yang mengatakan, “Tidak apa-apa.”
Ada yang berkata, “Semua orang juga melakukannya.”
Ada yang membisikkan, “Kamu akan rugi kalau tidak ikut.”
Tetapi orang yang hidup dalam hikmat tidak sekadar mengikuti suara yang paling meyakinkan. Ia kembali kepada firman Tuhan.
Sebab jalan yang benar tidak selalu merupakan jalan yang paling mudah, dan perkataan yang benar tidak selalu merupakan perkataan yang paling menyenangkan untuk didengar.
Mintalah kepada Tuhan hati yang peka terhadap kebenaran. Jangan mudah terpikat oleh perkataan manusia. Biarlah hikmat Tuhan menjaga pikiran, hati, dan setiap langkah kita.
Jangan ukur kebenaran dari seberapa meyakinkan sebuah perkataan, tetapi dari seberapa sesuai perkataan itu dengan kebenaran Tuhan.
