Tidak Bisa Dibeli


Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN.


Rumah yang lebih besar dianggap lebih berhasil.

Harta yang lebih banyak dianggap lebih diberkati.

Barang yang lebih mahal dianggap menunjukkan kehidupan yang lebih baik.

Tidak salah memiliki rumah dan harta.  Bahkan Amsal sendiri mengakui bahwa rumah dan harta dapat menjadi warisan.

Tetapi ayat ini mengajak kita melihat bahwa ada sesuatu yang nilainya tidak dapat dihitung dengan uang.

Menariknya, Amsal tidak mengatakan bahwa pasangan yang kaya adalah karunia Tuhan.

Tidak juga mengatakan pasangan yang terkenal, cantik, tampan, atau memiliki status sosial tinggi.

Yang ditekankan adalah akal budi—hikmat dan pengertian dalam menjalani kehidupan.

Sebab dalam perjalanan rumah tangga, yang membuat hubungan bertahan bukan hanya kemampuan menyediakan kebutuhan materi.

Yang sangat dibutuhkan adalah hikmat untuk berbicara ketika keadaan sulit, kerendahan hati untuk mengakui kesalahan, kesabaran ketika menghadapi perbedaan, dan ketakutan akan Tuhan ketika harus mengambil keputusan.

Harta dapat membantu sebuah keluarga hidup lebih nyaman, tetapi hikmat membantu keluarga hidup dengan benar.

Kadang-kadang kita lebih mudah bersyukur karena mendapatkan sesuatu daripada bersyukur karena memiliki seseorang.

Kita berterima kasih ketika mendapat kenaikan penghasilan, rumah baru, atau keberhasilan usaha.

Tetapi apakah kita juga berhenti dan berkata, “Tuhan, terima kasih untuk orang-orang yang Engkau tempatkan dalam hidup saya”?

Belajar menghargai hikmatnya.
Mendengarkan nasihatnya.
Menghormati perannya.

Dan jangan menganggap kehadirannya sebagai sesuatu yang biasa hanya karena setiap hari kita melihatnya.

Ketika memikirkan pasangan hidup, jangan hanya bertanya, “Apa yang bisa orang ini berikan kepada saya?”

Tetapi tanyakan juga, “Apakah orang ini memiliki hikmat dan karakter untuk berjalan bersama Tuhan dan bersama saya?”

Dan ini tidak bisa dibeli dengan uang.

Pada akhirnya, Amsal 19:14 mengingatkan kita bahwa tidak semua yang berharga dapat diwariskan, dibeli, atau dikumpulkan.

Ada berkat yang hanya dapat diterima sebagai pemberian Tuhan.

Hitung juga siapa yang Tuhan tempatkan di dalam hidup kita.

Mungkin kita belum memiliki rumah besar.
Mungkin harta kita tidak banyak.

Tetapi jika Tuhan memberikan kepada kita orang-orang yang mengasihi Tuhan, memiliki hikmat, dan mau berjalan bersama kita dalam suka maupun duka, kita sedang memiliki sesuatu yang jauh lebih berharga daripada yang dapat dibeli dengan uang.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *