Kekayaan atau Kehormatan


Perempuan yang baik hati beroleh kehormatan, sedangkan orang yang ganas beroleh kekayaan.


Kalau ingin dihargai, kita harus menunjukkan kemampuan.

Kalau ingin didengar, kita harus memiliki posisi.

Kalau ingin dianggap penting, kita harus memiliki pencapaian, kekayaan, pengaruh, atau kekuasaan.

Tetapi Amsal 11:16 menunjukkan sesuatu yang berbeda.

Ayat ini menggunakan gambaran seorang perempuan yang baik hati.

Ia tidak digambarkan sebagai orang yang paling kuat, paling kaya, atau paling berkuasa. Yang ditekankan adalah karakternya.

Dan hasilnya? “Beroleh kehormatan.”

Kita bisa memaksa orang untuk mengikuti kita karena kita memiliki jabatan.

Kita bisa membuat orang takut karena kita memiliki kekuasaan.

Kita bahkan bisa membuat orang kagum karena kita memiliki kekayaan.

Tetapi kita tidak bisa memaksa seseorang untuk benar-benar menghormati kita.

Bagaimana kita memperlakukan orang yang tidak bisa memberikan keuntungan kepada kita?

Bagaimana kita berbicara kepada orang yang lebih lemah?

Bagaimana kita bersikap ketika tidak mendapatkan apa yang kita inginkan?

Bagaimana kita memperlakukan orang yang melakukan kesalahan kepada kita?

Di situlah karakter terlihat.

Orang yang keras mungkin dapat memenangkan sebuah pertengkaran.

Orang yang agresif mungkin dapat memperoleh keuntungan.

Orang yang menggunakan kekuatan mungkin dapat membuat orang lain tunduk.

Amsal menunjukkan bahwa ada sesuatu yang lebih berharga daripada sekadar berhasil mendapatkan apa yang kita inginkan.  Yaitu menjadi seseorang yang layak dihormati.

Karena itu, jangan hanya bertanya: “Apa yang bisa saya dapatkan?”

Belajarlah bertanya: “Menjadi orang seperti apakah saya ketika mendapatkan semua itu?”

Sebab kekayaan tanpa karakter dapat membuat seseorang memiliki banyak hal tetapi kehilangan dirinya sendiri.

Sebaliknya, seseorang mungkin tidak memiliki posisi tertinggi, tidak memiliki kekayaan terbesar, dan tidak selalu mendapatkan apa yang diinginkannya.

Dan bagi orang percaya, karakter seperti ini bukan sekadar usaha untuk mendapatkan penghormatan manusia.

Kita belajar menjadi baik karena terlebih dahulu telah menerima kebaikan dan kasih karunia Allah.

Kita tidak perlu menjadi keras untuk membuktikan bahwa kita kuat.

Kita tidak perlu merendahkan orang lain supaya terlihat tinggi.

Kita tidak perlu mengejar kehormatan dengan segala cara.

Biarlah karakter kita berbicara.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *