
Amsal 5:16-17
Biarlah mata airmu meluap ke luar, dan aliran-aliran air itu ke lapangan-lapangan. Biarlah itu menjadi kepunyaanmu sendiri, jangan orang asing turut menikmatinya.
Tidak semua yang kita miliki boleh kita bagikan kepada semua orang.
Ada hal-hal dalam hidup yang memang Tuhan berikan untuk dinikmati dalam batas dan hubungan yang benar.
Amsal menggunakan gambaran air yang mengalir untuk menggambarkan sesuatu yang seharusnya tetap berada dalam kepemilikan yang tepat.
Ini adalah prinsip yang penting dalam kehidupan: sesuatu yang berharga harus dijaga, bukan dicurahkan sembarangan.
Dalam konteks Amsal 5, hal ini terutama berbicara mengenai kesetiaan dalam pernikahan.
Tuhan memberikan seks sebagai bagian dari anugerah-Nya dalam pernikahan, bukan sebagai sesuatu yang bebas dinikmati tanpa batas dengan siapa saja.
Masalahnya, godaan sering membuat sesuatu yang salah terlihat menarik.
Kita mulai berpikir, “Tidak apa-apa, hanya sekali.”
Atau, “Toh, Tidak ada yang tahu.”
Tetapi dosa tidak pernah hanya berbicara tentang apa yang kita inginkan saat ini.
Dosa juga membawa konsekuensi yang mungkin baru kita sadari kemudian.
Karena itu, menjaga kesetiaan bukan hanya soal menolak orang lain, tetapi juga soal menghargai apa yang sudah Tuhan percayakan kepada kita.
Jika Tuhan memberikan pasangan, jagalah pasangan itu.
Jika Tuhan memberikan keluarga, jagalah keluarga itu.
Jika Tuhan memberikan kepercayaan, jagalah kepercayaan itu.
Jangan biarkan sesuatu yang seharusnya menjadi sumber berkat justru menjadi sumber kehancuran karena kita tidak mampu menjaga batas.
Menariknya, Alkitab tidak hanya berkata, “Jangan melakukan dosa.”
Alkitab juga mengajarkan kita untuk melihat nilai dari apa yang sedang kita lindungi.
Kita menjaga bukan karena sesuatu itu tidak berharga, tetapi justru karena itu sangat berharga.
Hari ini, mungkin ada batas yang mulai kita abaikan.
Ada percakapan yang seharusnya dihentikan.
Ada kedekatan yang mulai melewati batas.
Ada perhatian dari seseorang yang mulai kita nikmati secara tidak sehat.
Ada sesuatu yang seharusnya menjadi milik kita dalam hubungan yang benar, tetapi mulai kita curahkan kepada “orang asing”.
Amsal mengingatkan: jangan tunggu sampai semuanya rusak baru kita belajar menjaga.
Belajarlah berkata cukup sebelum terlambat.
Kesetiaan bukan sekadar tidak meninggalkan seseorang.
Kesetiaan juga berarti menjaga hati, menjaga mata, menjaga pikiran, dan menjaga batas,
karena kita sadar bahwa apa yang Tuhan percayakan kepada kita adalah sesuatu yang berharga.
Apa yang berharga harus dijaga. Jangan dicurahkan sembarangan.
Kesetiaan bukan hanya tentang siapa yang kita pilih, tetapi juga tentang apa yang kita pilih untuk tidak berikan kepada orang lain.