Pemeliharaan Tuhan yang Pasti


TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.


Namun, rasa aman seperti itu mudah berubah.

Hari ini kita merasa cukup, tetapi besok bisa muncul kebutuhan baru.

Hari ini kita memiliki apa yang kita inginkan, tetapi tidak lama kemudian kita menginginkan sesuatu yang lain.

Jika kepuasan hidup bergantung pada terpenuhinya semua keinginan, kita tidak akan pernah benar-benar merasa cukup.

Amsal 10:3 mengingatkan bahwa Tuhan memperhatikan kebutuhan hidup orang benar.

Ia tidak menjanjikan bahwa hidup orang benar akan selalu bebas dari kekurangan atau penderitaan.

Tetapi Ia menjanjikan sesuatu yang lebih mendasar: kita tidak pernah berada di luar perhatian dan pemeliharaan-Nya.

Tidak semua yang kita inginkan adalah sesuatu yang kita perlukan.

Bahkan, ada keinginan yang jika terus dikejar justru dapat menjauhkan kita dari Tuhan.

Karena itu, hidup dalam iman bukan berarti meminta Tuhan memenuhi semua keinginan kita, tetapi belajar mempercayai bahwa apa yang Tuhan berikan dan apa yang Tuhan tahan sama-sama berada dalam hikmat-Nya.

Ia dapat bekerja dengan rajin, merencanakan masa depan, menggunakan uang dengan bijaksana, dan berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya.

Tetapi pada akhirnya ia tahu bahwa sumber kecukupannya bukanlah pekerjaannya, hartanya, atau kemampuannya sendiri.

Karena itu, ketika ada sesuatu yang belum kita miliki, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa Tuhan sedang meninggalkan kita.

Dan ketika keinginan kita tidak terpenuhi, jangan langsung menganggap bahwa Tuhan tidak baik.

Mungkin Tuhan sedang mengajar kita membedakan antara apa yang kita inginkan dan apa yang benar-benar kita perlukan.

Belajarlah berkata:
“Tuhan, aku akan tetap percaya, bukan karena semua keinginanku terpenuhi, tetapi karena aku tahu Engkau tidak pernah meninggalkanku.”



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *