Tetap Hormati ketika Mereka Menua


Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau, dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua.


Ketika masih kecil, ayah dan ibu adalah orang yang ditanya hampir tentang segala sesuatu.

Bagaimana memakai sesuatu, ke mana harus pergi, apa yang harus dilakukan, bahkan bagaimana menghadapi masalah.

Namun, waktu berjalan.  

Anak bertumbuh, bersekolah, bekerja, memiliki pengalaman sendiri, dan akhirnya memiliki kehidupan yang jauh berbeda dari kehidupan orang tuanya.

Orang tua yang dahulu menjadi tempat meminta nasihat mulai dianggap kurang memahami zaman.

Apa yang dahulu terdengar seperti nasihat mulai terdengar seperti ceramah.

Bahkan tanpa disadari, seorang anak dapat mulai memandang orang tuanya sebagai orang yang “sudah ketinggalan zaman”.

“Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau.”  Perintah ini mengingatkan kita bahwa sebelum kita memiliki pengalaman, orang tua telah lebih dahulu menjalani kehidupan.

Mereka mungkin tidak selalu benar.

Mereka juga manusia yang memiliki kelemahan, kesalahan, dan keterbatasan.

Tetapi kelemahan mereka tidak membatalkan penghormatan yang seharusnya kita berikan kepada mereka.

Alkitab tidak mengajarkan ketaatan kepada manusia melebihi ketaatan kepada Tuhan.

Namun, sikap hati kita tetap penting.  

Kita dapat berbeda pendapat tanpa menjadi kasar.

Kita dapat mengambil keputusan yang berbeda tanpa merendahkan.

Kita dapat menjelaskan pilihan kita tanpa membuat mereka merasa tidak berarti.

Tunjukkan kepada mereka bahwa ada perbedaan besar antara tidak mengikuti nasihat dan tidak menghormati orang yang memberikan nasihat.

Bagian kedua ayat ini bahkan lebih menyentuh: “janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua.”

Usia mengubah banyak hal.

Orang tua yang dahulu kuat mungkin sekarang membutuhkan bantuan.

Mereka yang dahulu berjalan cepat mungkin sekarang harus berjalan perlahan.

Mereka yang dahulu mengurus banyak orang mungkin sekarang membutuhkan orang lain untuk mengurus mereka.

Situasi ini dapat menjadi ujian bagi kasih seorang anak.

Ketika orang tua sudah tua, hubungan dapat berubah.

Dahulu mereka yang memberikan waktu, tenaga, uang, perhatian, dan pengorbanan kepada anak.

Sekarang mungkin giliran anak memberikan waktu, perhatian, kesabaran, dan pertolongan kepada mereka.

Dunia sering menghargai manusia berdasarkan kemampuan.

Ketika seseorang kuat, produktif, berhasil, dan berguna, ia mudah dihormati.

Tetapi ketika seseorang menjadi tua dan kemampuannya berkurang, dunia dapat menganggapnya kurang penting.

Firman Tuhan berkata sebaliknya.

Nilai seorang ibu tidak berkurang karena rambutnya memutih. Nilai seorang ayah tidak berkurang karena tubuhnya tidak lagi sekuat dahulu. Mereka tetap layak dihormati.

Waspadailah bahwa kesuksesan anak kadang-kadang dapat membuatnya melupakan orang tua.

Anak memperoleh pendidikan yang lebih tinggi.
Kariernya semakin baik.
Penghasilannya meningkat.
Wawasannya semakin luas.

Ia mungkin tinggal di tempat yang jauh dan menjalani kehidupan yang tidak lagi sama dengan kehidupan keluarganya.

Semua itu adalah hal yang baik. Tetapi keberhasilan tidak boleh membuat seseorang kehilangan kerendahan hati.

Jangan sampai kita menjadi terlalu sibuk untuk mendengarkan orang tua.

Jangan sampai kita merasa malu berjalan bersama mereka karena penampilan mereka.

Jangan sampai kita merasa terganggu ketika mereka mengulang cerita yang sama.

Jangan sampai keterbatasan mereka membuat kita memperlakukan mereka sebagai beban.

Sebab sebelum kita mampu berdiri sendiri, ada tangan yang pernah menopang kita.

Sebelum kita mampu berjalan sendiri, ada orang yang mungkin pernah menggandeng kita.

Sebelum kita memiliki pencapaian yang dapat kita banggakan, ada orang tua yang mungkin telah berkorban tanpa pernah meminta penghargaan.

Dengarkan mereka.
Hubungi mereka.
Luangkan waktu untuk mereka.
Bersabarlah ketika mereka mulai lambat.
Jangan mempermalukan mereka karena usia mereka.

Dan jangan menunggu sampai kehilangan kesempatan untuk menunjukkan kasih.

Kadang-kadang bentuk penghormatan yang paling sederhana adalah duduk dan mendengarkan.

Menjawab dengan lembut.
Menanyakan kabar.
Membantu ketika mereka membutuhkan.

Atau sekadar membuat mereka merasa bahwa kehadiran mereka masih berarti.

Amsal 23:22 mengingatkan kita bahwa kasih kepada orang tua bukanlah kewajiban yang hanya berlaku ketika kita masih kecil. Kasih itu seharusnya bertumbuh menjadi penghormatan yang dewasa.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *