
Amsal 17:22
Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.
Ada hari-hari ketika masalah yang kita hadapi sebenarnya tidak berubah, tetapi cara kita melihatnya berubah.
Persoalan masih ada.
Tanggung jawab masih harus diselesaikan.
Orang-orang yang mengecewakan kita mungkin belum berubah.
Bahkan doa yang kita panjatkan mungkin belum mendapatkan jawaban seperti yang kita harapkan.
Namun, ada sesuatu yang dapat Tuhan kerjakan terlebih dahulu: hati kita.
Amsal berkata bahwa hati yang gembira adalah “obat yang manjur”.
Sukacita tidak selalu menghilangkan masalah, tetapi sukacita memberi kita kekuatan untuk menghadapi masalah tanpa kehilangan pengharapan.
Sukacita Kristen bukanlah berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja.
Sukacita adalah kemampuan untuk berkata, “Keadaanku mungkin belum baik, tetapi Tuhan tetap baik.”
Itulah sebabnya sukacita tidak bergantung sepenuhnya pada keadaan.
Kita dapat bersyukur bukan karena semua yang terjadi menyenangkan, tetapi karena kita tahu bahwa hidup kita tetap berada di tangan Tuhan.
Sebaliknya, ketika hati terus dipenuhi kekecewaan, kepahitan, ketakutan, dan keputusasaan, perlahan-lahan semangat kita dapat menjadi lemah.
Kita mulai melihat segala sesuatu secara negatif.
Hal-hal kecil terasa berat.
Kita kehilangan tenaga untuk melakukan apa yang seharusnya kita lakukan.
Karena itu, jangan hanya menjaga apa yang masuk ke tubuh kita; jagalah juga apa yang memenuhi hati kita.
Ada pikiran yang perlu kita lepaskan.
Ada luka yang perlu kita serahkan kepada Tuhan.
Ada kekhawatiran yang perlu kita bawa dalam doa.
Ada pengampunan yang perlu kita berikan.
Dan ada kebenaran Firman Tuhan yang perlu kembali memenuhi pikiran kita.
Hari ini mungkin belum memberikan semua jawaban yang kita inginkan.
Tetapi kita tetap memiliki alasan untuk bersukacita: Tuhan masih ada, Tuhan masih bekerja, dan Tuhan tidak pernah kehilangan kendali atas hidup kita.
Jangan biarkan keadaan mencuri sukacita yang Tuhan berikan.
Peliharalah hati yang gembira, karena hati yang memiliki pengharapan kepada Tuhan akan menemukan kekuatan untuk terus berjalan.
Sukacita tidak selalu mengubah keadaan, tetapi sukacita memberi kita kekuatan untuk melewati keadaan bersama Tuhan.
