
Amsal 9:17
Air curian manis rasanya, dan roti yang dimakan dengan sembunyi-sembunyi lezat rasanya.
Setiap orang pernah mengalami godaan untuk mengambil jalan pintas.
Ada sesuatu dalam diri manusia yang sering merasa tertarik pada hal-hal yang terlarang. Bahkan terkadang bukan karena hal itu benar-benar dibutuhkan, melainkan karena ada sensasi tertentu ketika melakukannya.
Apa yang dilarang terasa lebih menarik.
Apa yang tersembunyi terasa lebih menggoda.
Inilah yang digambarkan oleh Amsal 9:17.
Dosa sering datang bukan dengan wajah yang menakutkan, melainkan dengan senyum yang memikat.
Ia tidak menawarkan penderitaan di awal.
Ia menawarkan kenikmatan.
Ia tidak menunjukkan akibatnya terlebih dahulu.
Ia hanya memperlihatkan kesenangan sesaat.
Seseorang mungkin tergoda untuk berbohong demi keuntungan. Pada saat itu kebohongan terasa seperti solusi yang mudah.
Ada yang tergoda untuk curang dalam bisnis karena terlihat lebih menguntungkan.
Ada yang tergoda untuk menyimpan dosa rahasia karena merasa tidak ada orang yang mengetahui.
Semua itu terasa “manis” pada awalnya. Namun masalahnya bukan pada rasa manis itu. Masalahnya adalah apa yang tersembunyi di baliknya.
Dosa selalu menyembunyikan tagihan yang harus dibayar kemudian. Ia menawarkan kenikmatan sekarang dan penderitaan nanti.
Ia menjanjikan keuntungan cepat tetapi menutupi kerugian jangka panjang.
Sebaliknya, hikmat Allah sering kali menuntut kesetiaan, disiplin, dan pengendalian diri.
Jalan hikmat tidak selalu terlihat paling mudah. Kadang-kadang justru terasa lebih berat.
Menolak godaan membutuhkan perjuangan.
Memilih kejujuran bisa membuat seseorang kehilangan kesempatan tertentu.
Tetap setia kepada Tuhan bisa berarti harus berkata tidak kepada keinginan diri sendiri.
Tetapi hikmat memang melihat lebih jauh daripada kesenangan sesaat.
Hikmat tidak hanya bertanya, “Apa yang saya rasakan hari ini?” melainkan, “Ke mana jalan ini akan membawa saya?”
Itulah sebabnya orang bijak tidak menilai sesuatu hanya dari rasa manisnya pada saat ini, tetapi dari buah yang akan dihasilkannya di masa depan.
Tuhan menghendaki anak-anak-Nya memiliki pandangan yang lebih jauh daripada godaan sesaat.
Ketika suatu pilihan harus disembunyikan, ketika suatu tindakan tidak berani dibawa ke dalam terang, ketika hati mulai mencari pembenaran untuk sesuatu yang jelas salah, itu adalah saat untuk berhenti dan memeriksa diri di hadapan Tuhan.
Yesus berkata bahwa setiap orang yang melakukan kebenaran datang kepada terang. Sebaliknya, dosa selalu menyukai kegelapan.
Karena itu salah satu pertanyaan penting yang dapat kita ajukan kepada diri sendiri adalah: “Apakah saya nyaman jika Tuhan dan semua orang mengetahui apa yang sedang saya lakukan?”
Jika jawabannya tidak, mungkin ada sesuatu yang perlu dibereskan.
Hari ini Tuhan mengingatkan kita bahwa tidak semua yang terasa manis akan membawa kehidupan.
Ada kenikmatan yang berumur pendek tetapi meninggalkan luka panjang.
Ada pula ketaatan yang terasa berat sesaat tetapi menghasilkan damai sejahtera yang bertahan lama.
Mintalah hikmat kepada Tuhan untuk melihat bukan hanya daya tarik sebuah pilihan, tetapi juga akhir dari jalan tersebut.
Sebab orang bijak tidak hidup berdasarkan godaan sesaat, melainkan berdasarkan kebenaran yang kekal.
Dosa selalu menawarkan rasa manis sesaat, tetapi hikmat melihat akibatnya sampai ke ujung jalan.
