
Amsal 31:6-7
Berikanlah minuman keras kepada orang yang akan binasa, dan anggur kepada orang yang susah hati; biarlah ia minum dan melupakan kemiskinannya, dan tidak lagi mengingat kesusahannya.
Setiap manusia memiliki luka. Ada luka karena kehilangan, kekecewaan, kegagalan, pengkhianatan, atau tekanan hidup yang terasa begitu berat.
Ketika rasa sakit itu datang, manusia secara alami mencari cara untuk menguranginya.
Ada yang mencari hiburan dalam kesibukan.
Ada yang tenggelam dalam pekerjaan.
Ada yang menghabiskan waktu tanpa henti di media sosial.
Ada pula yang mencari berbagai bentuk pelarian lain agar tidak perlu menghadapi kenyataan yang menyakitkan.
Amsal 31:6-7 menggambarkan bagaimana minuman keras dipakai sebagai sarana untuk melupakan penderitaan.
Tujuannya bukan menyelesaikan masalah, melainkan membuat seseorang sejenak tidak merasakan beratnya hidup.
Namun sesungguhnya: Rasa sakit memang tampak berkurang, tetapi akar persoalan tetap ada.
Inilah yang sering terjadi dalam kehidupan rohani. Kita terkadang lebih tertarik mencari sesuatu yang membuat kita lupa akan masalah daripada mencari Tuhan yang sanggup menolong kita melewati masalah.
Kita ingin rasa sakit cepat hilang, tetapi tidak selalu ingin menjalani proses pemulihan yang Tuhan kerjakan.
Padahal Tuhan tidak pernah menawarkan sekadar pelarian sementara. Tuhan menawarkan kehadiran-Nya.
Dunia berkata, “Lupakan masalahmu.” Tuhan berkata, “Datanglah kepada-Ku dengan masalahmu.”
Dunia menawarkan pelupa sesaat. Tuhan menawarkan damai sejahtera yang bertahan.
Dunia menutupi luka. Tuhan menyembuhkan luka.
Ketika Daud menghadapi kesesakan, ia tidak mencari cara untuk melupakan penderitaannya. Ia membawa keluh kesahnya kepada Tuhan.
Ketika Hana mengalami kepedihan karena tidak memiliki anak, ia tidak melarikan diri dari kenyataan. Ia mencurahkan isi hatinya di hadapan Allah.
Ketika Paulus bergumul dengan “duri dalam daging,” ia tidak mencari pelarian, tetapi datang kepada Tuhan dan menerima kasih karunia yang mencukupi.
Sering kali pertolongan Tuhan tidak datang dengan menghapus semua masalah dalam sekejap.
Namun Tuhan memberikan kekuatan untuk bertahan, hikmat untuk melangkah, dan pengharapan untuk terus berjalan. Itulah penghiburan yang sejati.
Bukan sekadar membuat kita lupa akan penderitaan, melainkan membuat kita mampu menghadapi penderitaan bersama Tuhan.
Mungkin hari ini ada beban yang sedang Saudara pikul.
Mungkin ada kekhawatiran yang terus memenuhi pikiran.
Mungkin ada luka yang belum sembuh.
Jangan hanya mencari sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian dari rasa sakit itu. Datanglah kepada Tuhan.
Ceritakan semuanya kepada-Nya. Biarkan firman-Nya menghibur, Roh Kudus menguatkan, dan kasih-Nya memulihkan hati Saudara.
Tuhan tidak menjanjikan pelarian dari setiap masalah. Namun Ia menjanjikan penyertaan-Nya di tengah masalah. Dan penyertaan Tuhan selalu lebih berharga daripada pelarian apa pun yang ditawarkan dunia.
Ketika hati menemukan penghiburan di dalam Tuhan, kita tidak lagi sekadar melupakan kesusahan untuk sesaat, tetapi menerima kekuatan untuk menjalani hidup dengan penuh pengharapan.
Pelarian hanya membuat kita melupakan luka untuk sementara, tetapi Tuhan sanggup memulihkan luka sampai ke akarnya.
