Ketika Kesetiaan Menjadi Langka


Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya


Di zaman sekarang, kita dapat dengan mudah menunjukkan sisi terbaik dari diri kita kepada orang lain.

Kita bisa menampilkan kata-kata yang bijaksana, membagikan aktivitas yang positif, atau membangun kesan tertentu agar dipandang baik oleh orang lain.

Namun, Alkitab mengingatkan kita bahwa ada perbedaan besar antara terlihat baik dan hidup dengan setia.

Salomo berkata, “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?”

Perhatikan bahwa Salomo tidak berkata bahwa orang baik tidak ada. Ia sedang menyoroti sebuah kenyataan bahwa banyak orang pandai berbicara tentang kebaikan, tetapi jauh lebih sedikit yang benar-benar dapat dipercaya.

Seseorang bisa bersemangat di awal, tetapi tidak bertahan sampai akhir.
Seseorang bisa membuat banyak janji, tetapi gagal menepatinya.

Seseorang bisa terlihat rohani di depan umum, tetapi tidak menjaga integritasnya ketika tidak ada orang yang melihat.

Padahal, kesetiaan justru dibangun dalam hal-hal yang sederhana.

Kesetiaan terlihat ketika kita tetap menjalankan tanggung jawab meskipun sedang lelah.
Kesetiaan terlihat ketika kita tetap beribadah meskipun sedang sibuk.

Kesetiaan terlihat ketika kita tetap memegang komitmen meskipun tidak ada pujian yang kita terima.

Tuhan tidak sedang mencari orang yang sempurna, tetapi Tuhan mencari orang yang setia.

Bahkan sepanjang Alkitab, kita melihat bahwa Tuhan sering memakai orang-orang biasa yang memiliki kesetiaan luar biasa.

Mereka bukan orang yang paling hebat, tetapi mereka tetap berjalan bersama Tuhan hari demi hari.

Dunia sering menghargai hasil yang besar, tetapi Tuhan menghargai kesetiaan yang konsisten.

Sebab karakter tidak dibangun dalam satu hari. Karakter dibangun melalui keputusan-keputusan kecil yang dilakukan berulang kali.

Mungkin tidak ada yang memuji komitmen kita. Namun Tuhan melihat setiap bentuk kesetiaan yang kita lakukan.

Jangan tergoda untuk hanya terlihat baik di mata manusia. Bangunlah kehidupan yang sungguh-sungguh dapat dipercaya.

Karena pada akhirnya, yang akan dikenang bukanlah seberapa banyak orang mengenal kita, tetapi seberapa besar orang dapat mempercayai kita.

Hari ini, mari bertanya kepada diri sendiri:

Sebab reputasi dibangun oleh apa yang orang lihat, tetapi karakter dibangun oleh siapa diri kita ketika tidak ada seorang pun yang melihat.

Dan Tuhan selalu lebih menghargai kesetiaan daripada pencitraan.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *