Jangan Kejar yang Bisa Terbang


Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.  Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali.


Karena itu manusia seringkali jadi bekerja tanpa henti.

Ada yang rela kehilangan waktu bersama keluarga.
Ada yang mengorbankan kesehatan.
Ada yang tidak pernah benar-benar beristirahat.

Bahkan ada yang kehilangan sukacita hidup karena terus mengejar sesuatu yang selalu terasa kurang.

Uang dapat dipakai untuk memberkati orang lain, membangun keluarga, menolong pelayanan, dan menjadi alat kebaikan.

Tetapi hati manusia sangat mudah menjadikan uang sebagai sumber rasa aman.

Itulah sebabnya Amsal memberi peringatan yang begitu bijaksana: jangan habiskan hidup hanya untuk menjadi kaya.

Rumahnya besar, tetapi pikirannya penuh ketakutan.
Rekeningnya bertambah, tetapi tidurnya berkurang.

Ia terus cemas kehilangan apa yang dimiliki.

Alkitab tidak pernah menjanjikan bahwa uang dapat memberi ketenangan jiwa. Sebaliknya, semakin seseorang melekat pada kekayaan, semakin besar kemungkinan ia hidup dalam kekhawatiran.

Karena harta dunia memang tidak pernah stabil.

Hari ini naik, besok turun.
Hari ini untung, besok rugi.
Hari ini merasa aman, besok keadaan berubah total.

Gambaran ini sangat indah sekaligus tajam. Sesuatu yang kita pikir dapat digenggam ternyata dapat pergi begitu cepat.

Banyak orang baru menyadari hal ini ketika mengalami krisis ekonomi, kehilangan pekerjaan, kegagalan usaha, atau perubahan hidup yang tidak terduga.

Jika kekayaan dunia dapat terbang pergi, maka kita harus menaruh pengharapan kepada Pribadi yang tidak pernah berubah.

Ketika hati kita tertanam di dalam Tuhan, kita bisa bekerja dengan rajin tanpa diperbudak ambisi.

Kita bisa bersyukur dalam kelimpahan tanpa menjadi sombong.

Kita juga tetap tenang dalam kekurangan karena tahu bahwa hidup kita dipelihara Tuhan.

Ia bekerja dengan tanggung jawab, tetapi tidak menyembah pekerjaan.

Ia mengelola berkat dengan bijaksana, tetapi tidak menjadikan kekayaan sebagai identitas dirinya.

Nilai hidupnya tidak ditentukan oleh angka dalam rekening, melainkan oleh siapa Tuhan dalam hidupnya.

Yesus sendiri berkata bahwa di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Karena itu pertanyaannya bukan sekadar berapa banyak yang kita miliki, tetapi apa yang sedang menguasai hati kita.

Jangan sampai seluruh hidup habis untuk mengejar sesuatu yang suatu hari nanti dapat terbang pergi. Bangunlah hidup di atas dasar yang kekal.

Sebab damai sejati tidak ditemukan dalam banyaknya harta, tetapi dalam kedekatan dengan Tuhan yang setia memelihara hidup kita.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *