
Amsal 17:11
Orang durhaka hanya mencari kejahatan, tetapi terhadap dia akan disuruh utusan yang kejam.
Ada perbedaan antara jatuh dalam kesalahan dan mencari kejahatan.
Kita semua dapat melakukan kesalahan.
Dalam kelemahan, kita bisa berkata-kata dengan tidak tepat, mengambil keputusan yang salah, atau melakukan sesuatu yang kemudian kita sesali.
Namun Amsal 17:11 berbicara mengenai sesuatu yang lebih dalam: hati yang tidak lagi sekadar jatuh ke dalam kejahatan, tetapi mencari kejahatan.
Ini adalah gambaran tentang hati yang terus-menerus memelihara pemberontakan.
Ketika seseorang sudah memiliki hati seperti ini, ia tidak membutuhkan banyak alasan untuk melakukan yang salah.
Ia akan mencari pembenaran.
Ketika ditegur, ia mencari alasan untuk menolak.
Ketika melakukan kesalahan, ia mencari orang lain untuk disalahkan.
Ketika disakiti, ia mencari kesempatan untuk membalas.
Masalahnya bukan lagi sekadar tindakan. Masalahnya adalah arah hati.
Karena itu, seseorang dapat terlihat baik di luar, tetapi diam-diam memelihara kepahitan, kebencian, iri hati, atau keinginan untuk membalas.
Lama-kelamaan apa yang ada di dalam hati akan memengaruhi cara ia berbicara, mengambil keputusan, dan memperlakukan orang lain.
Karena itu, kita perlu berhati-hati terhadap kejahatan yang mulai kita toleransi.
Jangan berkata, “Saya memang seperti ini.”
Jangan berkata, “Saya berhak membalas karena saya sudah diperlakukan tidak adil.”
Jangan pula berkata, “Yang penting orang lain juga melakukan hal yang sama.”
Kebenaran tidak berubah hanya karena orang lain melakukan kesalahan kepada kita.
Amsal 17:11 juga memberikan peringatan yang serius: kejahatan membawa konsekuensi.
Kita mungkin dapat menyembunyikan sebuah tindakan dari manusia, tetapi kita tidak dapat menghapus akibat dari jalan hidup yang terus-menerus kita pilih.
Karena itu, teguran Tuhan sebenarnya adalah anugerah.
Ketika Tuhan menunjukkan sesuatu yang salah dalam hati kita, jangan buru-buru membela diri.
Berhentilah.
Periksa hati.
Akui dosa.
Bertobatlah.
Kita tidak dipanggil untuk menjadi orang yang tidak pernah melakukan kesalahan.
Kita dipanggil untuk menjadi orang yang mau kembali kepada Tuhan ketika menyadari kesalahan.
Jangan biarkan luka berubah menjadi kebencian.
Jangan biarkan kekecewaan berubah menjadi kepahitan.
Jangan biarkan ketidakadilan menjadi alasan untuk melakukan kejahatan.
Dan jangan biarkan hati yang terluka menentukan arah hidup kita.
Hari ini, periksa arah hati kita.
Apakah kita sedang mencari apa yang benar, atau justru mencari alasan untuk melakukan apa yang salah?
Sebab apa yang terus-menerus kita cari akan membentuk siapa kita.
Dan ketika hati terus mencari kejahatan, kita sedang berjalan menuju akibat yang tidak kita inginkan.
Jangan biarkan luka mengarahkan hati untuk mencari kejahatan; arahkan kembali hatimu kepada kebenaran Tuhan.