Rendah Hati Lebih Baik


Lebih baik merendahkan diri dengan orang yang rendah hati dari pada membagi rampasan dengan orang congkak.


Ada kalanya kita diperhadapkan pada pilihan:
mengikuti orang-orang yang memiliki pengaruh dan menikmati keuntungan bersama mereka, atau tetap berada di jalan yang benar meskipun hasilnya jauh lebih sederhana.

Yang penting berhasil.
Yang penting mendapatkan bagian.
Yang penting tidak tertinggal dari orang lain.

Tetapi Amsal memberikan ukuran yang berbeda.

Lebih baik hidup dalam kerendahan hati daripada memperoleh keuntungan bersama orang-orang yang congkak.

Lebih baik tidak mendapatkan banyak daripada mendapatkan banyak dengan mengorbankan karakter.

Lebih baik kehilangan kesempatan daripada kehilangan integritas.

Kita mungkin melihat apa yang akan kita dapatkan, tetapi tidak melihat apa yang sedang kita korbankan.

Kita bisa mendapatkan uang tetapi kehilangan kejujuran.

Kita bisa mendapatkan posisi tetapi kehilangan kerendahan hati.

Kita bisa mendapatkan pengakuan tetapi kehilangan karakter.

Kita bisa mendapatkan banyak secara lahiriah tetapi perlahan-lahan menjadi orang yang tidak lagi takut akan Tuhan.

Karena itu, jangan merasa rugi ketika memilih untuk rendah hati.

Jangan merasa kalah ketika menolak keuntungan yang diperoleh dengan cara yang tidak benar.

Jangan merasa bodoh ketika memilih untuk tetap jujur sementara orang lain tampaknya sedang menikmati hasil dari kesombongan mereka.

Ada hal-hal yang mungkin tidak kita dapatkan karena kita memilih kebenaran. Tetapi kehilangan keuntungan tidak sama dengan kehilangan berkat.

Lebih baik memiliki sedikit dengan hati yang benar daripada memiliki banyak tetapi harus hidup bersama kesombongan dan ketidakbenaran.

Hari ini, ketika diperhadapkan pada pilihan antara keuntungan dan karakter, jangan hanya bertanya, “Apa yang akan saya dapatkan?”

Tanyakan juga, “Saya sedang menjadi orang seperti apa melalui pilihan ini?”

Sebab keuntungan dapat hilang, tetapi karakter yang dibentuk dalam takut akan Tuhan akan menjadi bagian dari hidup kita.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *