
Amsal 2:20
Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar.
Hidup pada dasarnya adalah perjalanan.
Setiap hari kita berjalan menuju sesuatu. Kita berjalan menuju masa depan, menuju tujuan, menuju arah hidup yang kita pilih.
Masalahnya seringkali bukan kita berjalan atau tidak, tetapi kita berjalan ke mana dan berjalan bersama siapa.
Maka Amsal 2:20 tidak berkata hanya “jadilah orang baik”, tetapi berkata “tempuhlah jalan orang baik”. Artinya kehidupan benar bukan hanya tentang status, tetapi tentang perjalanan.
Waspadalah karena menjadi orang benar bukan satu keputusan sekali jadi, tetapi serangkaian langkah kecil setiap hari.
Langkah kecil untuk jujur, langkah kecil untuk setia, langkah kecil untuk mengampuni, langkah kecil untuk hidup benar.
Banyak orang ingin hidup benar, tetapi tidak mau berjalan di jalan orang benar. Mereka ingin hasilnya, tetapi tidak mau jalannya.
Padahal ayat ini menunjukkan bahwa hasil hidup ditentukan oleh jalan yang kita tempuh setiap hari.
Jika seseorang berjalan di jalan hikmat setiap hari, suatu saat ia akan sampai pada kehidupan yang penuh hikmat.
Jika seseorang berjalan di jalan yang salah setiap hari, suatu saat ia akan sampai pada kehancuran, walaupun awalnya terlihat menyenangkan.
Hal yang menarik adalah ayat ini juga berbicara tentang “jalan orang baik”, bukan hanya “jalan yang baik”. Ini berbicara tentang pergaulan dan komunitas.
Sadarlah bahwa Kita sering menjadi seperti orang-orang yang berjalan bersama kita.
Jika kita berjalan dengan orang yang suka mengeluh, kita akan mudah mengeluh.
Jika kita berjalan dengan orang yang suka marah, kita akan mudah marah.
Jika kita berjalan dengan orang yang takut Tuhan, kita akan semakin takut Tuhan.
Karena hidup manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan pergaulan.
Karena itu hikmat bukan hanya memilih keputusan yang benar, tetapi juga memilih orang-orang yang benar untuk berjalan bersama.
Tidak ada orang yang kuat sendirian sepanjang hidupnya. Kita semua dipengaruhi oleh orang di sekitar kita, entah kita sadar atau tidak.
Kadang yang membuat seseorang jatuh bukan dosa besar, tetapi jalan kecil yang salah yang ditempuh terus-menerus.
Sedikit kompromi, sedikit kebohongan, sedikit kepahitan, sedikit kesombongan, dan lama-lama jalan hidupnya berubah arah.
Sebaliknya, hidup benar juga sering dibangun dari langkah kecil yang benar yang dilakukan terus-menerus.
Sedikit kesabaran, sedikit kebaikan, sedikit kerendahan hati, sedikit kesetiaan, dan lama-lama hidupnya menjadi hidup yang benar.
Tuhan tidak meminta kita langsung menjadi sempurna, tetapi Tuhan meminta kita berjalan di jalan yang benar.
Yang penting bukan seberapa cepat kita berjalan, tetapi apakah kita berjalan di jalan yang benar. Lebih baik berjalan pelan di jalan yang benar daripada berlari cepat di jalan yang salah.
Setiap hari sebenarnya kita sedang memilih jalan.
Pilihan kecil kita hari ini adalah arah hidup kita di masa depan. Cara kita berbicara, cara kita bekerja, cara kita memperlakukan orang, cara kita menggunakan waktu, semuanya adalah langkah-langkah di jalan kehidupan kita.
Amsal 2:20 mengingatkan kita bahwa hikmat bukan hanya tentang mengetahui jalan yang benar, tetapi tentang tetap berjalan di jalan itu.
Banyak orang tahu jalan yang benar, tetapi tidak tetap di jalan itu. Mereka mulai benar, tetapi tidak bertahan. Mereka berjalan sebentar, lalu keluar dari jalan itu.
Jalan orang benar bukan jalan yang paling mudah, tetapi itu jalan yang paling aman.
Bukan jalan yang paling cepat, tetapi jalan yang menuju kehidupan.
Dan setiap langkah kecil di jalan yang benar tidak pernah sia-sia di mata Tuhan.
Kadang yang membuat seseorang jatuh bukan dosa besar, tetapi jalan kecil yang salah yang ditempuh terus-menerus.