Sukses yang Tidak Perlu Ditiru


Janganlah iri kepada orang-orang yang jahat, dan jangan ingin bergaul dengan mereka; karena hati mereka memikirkan kekerasan, dan bibir mereka membicarakan bencana


Sementara kita berusaha berjalan lurus, tetapi hasilnya terasa lambat. Di titik itulah godaan iri mulai berbisik pelan.

Iri sering datang bukan dalam bentuk kebencian, melainkan kekaguman yang tidak sehat.  Kita mulai berkata dalam hati, “Seandainya aku seperti dia.”  Tanpa sadar kita mulai mentoleransi cara yang tidak benar.

Namun Firman Tuhan berkata: jangan iri.  Jangan ingin bergaul dengan mereka. Mengapa? Karena yang terlihat di permukaan tidak sama dengan yang sedang dibangun di dalam hati.

Hati yang merancang kekerasan tidak pernah benar-benar tenang.  Bibir yang menebar bencana pada akhirnya akan menuai kehancuran.

Ada perbedaan besar antara keberhasilan yang lahir dari integritas dan keberhasilan yang lahir dari kompromi.

Yang pertama mungkin bertumbuh perlahan, tetapi akarnya dalam. Yang kedua mungkin cepat tinggi, tetapi rapuh ketika badai datang.

Dunia mungkin mengukur dari hasil yang kelihatan. Tuhan mengukur dari hati yang tersembunyi. Dunia terpukau pada pencapaian. Tuhan melihat motivasi.

Iri hati membuat kita kehilangan rasa syukur. Kita berhenti melihat apa yang Tuhan sudah percayakan. Kita hanya fokus pada apa yang belum kita miliki. Padahal setiap perjalanan hidup punya waktunya sendiri.  Setiap musim punya maksudnya sendiri.

Seolah-olah kita berkata bahwa jalan Tuhan terlalu lambat atau terlalu tidak efektif.  Tetapi Alkitab berkali-kali menunjukkan bahwa keadilan Tuhan mungkin tampak tertunda, tetapi tidak pernah gagal.

Lebih baik berjalan lambat bersama Tuhan daripada berlari cepat tanpa Dia. Lebih baik membangun sedikit demi sedikit dengan tangan yang bersih, daripada mendirikan sesuatu yang besar di atas hati yang gelap.

Hari ini, jika hati kita mulai tergoda melihat “keberhasilan” yang tidak lahir dari kebenaran, berhentilah sejenak. Mintalah Tuhan menata ulang pandangan kita. Mintalah Dia memberi kita sukacita dalam proses, kesetiaan dalam langkah kecil, dan keteguhan untuk tetap berjalan di jalan yang benar.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *