Takut akan Tuhan Menjaga Kita

Takut akan Tuhan Menjaga Kita


Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni, karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan.


Sang ibu memang menegurnya, tetapi kemudian memeluknya dan berkata, “Mama mengampunimu, tetapi lain kali berhati-hatilah.” Sejak hari itu, anak tersebut menjadi jauh lebih berhati-hati.

Demikian pula seharusnya kehidupan rohani kita.

Banyak orang berpikir bahwa perubahan hidup hanya dapat terjadi melalui rasa takut akan hukuman.

Sebaliknya, ada pula yang hanya menekankan kasih Allah tanpa lagi berbicara tentang kekudusan.

Justru karena kita telah menerima kasih karunia yang begitu besar, hati kita terdorong untuk hidup menyenangkan Tuhan.

Inilah yang terjadi ketika seseorang benar-benar memahami Injil.

Ia tidak lagi bertanya, “Seberapa jauh aku boleh berbuat dosa?” tetapi, “Bagaimana aku dapat menghormati Tuhan yang telah begitu mengasihiku?”

Takut akan Tuhan berarti menyadari bahwa Dia adalah Allah yang kudus, benar, dan layak dihormati.

Kesadaran ini membuat kita berpikir dua kali sebelum berbohong, menipu, memfitnah, atau mengikuti godaan dosa.

Kita memilih menjauhi kejahatan bukan karena takut ketahuan orang, melainkan karena kita mengasihi Tuhan.

Ini mengingatkan bahwa hubungan dengan Allah selalu dimulai oleh kasih-Nya kepada kita. 

Kita tidak memperoleh kasih Allah karena kita sudah baik.  Sebaliknya, kasih-Nya lebih dahulu menjangkau kita, lalu kasih itu mengubah hati kita sehingga kita hidup menghormati Dia.

Di dalam Yesus Kristus, ayat ini menemukan maknanya yang paling sempurna.  Yesus datang sebagai perwujudan kasih setia dan kebenaran Allah.  

Melalui pengorbanan-Nya di kayu salib, dosa kita benar-benar diampuni.  Namun anugerah itu tidak berhenti pada pengampunan.  

Roh Kudus terus bekerja membentuk kita agar semakin membenci dosa dan semakin mengasihi kekudusan.

Inilah bukti bahwa kasih karunia bukan sekadar mengampuni, tetapi juga mengubahkan.

Karena itu, marilah kita mengevaluasi hidup kita.

Apakah kita masih menganggap dosa sebagai sesuatu yang biasa?

Apakah kita mulai kehilangan rasa hormat kepada Tuhan?

Atau sebaliknya, apakah kita hidup dalam rasa bersalah yang berkepanjangan dan lupa bahwa kasih Allah sanggup memulihkan?

Datanglah kepada-Nya dengan penuh syukur atas kasih-Nya yang mengampuni, lalu hiduplah setiap hari dengan hati yang menghormati Dia.

Orang yang mengenal kasih Tuhan dengan benar tidak akan bermain-main dengan dosa.

Dan orang yang sungguh takut akan Tuhan akan menikmati damai sejahtera karena hidupnya berada di jalan yang benar.

Kiranya setiap keputusan, perkataan, dan tindakan kita lahir dari hati yang telah disentuh oleh kasih Allah dan dipimpin oleh rasa hormat yang mendalam kepada-Nya.

Sebab di sanalah kehidupan yang bijaksana dimulai.