
Amsal 24:5
Orang yang bijak lebih berwibawa dari pada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan dari pada orang yang tegap kuat.
Banyak orang berpikir bahwa kekuatan selalu terlihat dari luar.
Orang yang kuat dianggap mereka yang punya jabatan tinggi, pengaruh besar, suara keras, atau kemampuan mengendalikan orang lain.
Dunia mengajarkan bahwa untuk bertahan, seseorang harus terlihat dominan dan tidak boleh kalah. Tetapi firman Tuhan memberikan definisi yang berbeda tentang kekuatan sejati.
Amsal berkata bahwa orang bijak lebih berkuasa daripada orang kuat.
Ini berarti hikmat mampu membawa seseorang melampaui kekuatan fisik atau kekuasaan lahiriah.
Sebab ada banyak orang yang terlihat kuat di luar, tetapi rapuh di dalam.
Ada orang yang memiliki kuasa besar, tetapi tidak mampu mengendalikan amarahnya sendiri. Ada orang yang terlihat sukses, tetapi hancur ketika menghadapi tekanan hidup.
Sebaliknya, orang yang memiliki hikmat Tuhan sering kali memiliki ketenangan yang tidak dimiliki dunia.
Ia tidak mudah goyah oleh keadaan.
Ia tidak cepat bereaksi dengan emosi.
Ia mampu melihat hidup dengan sudut pandang yang lebih dalam.
Hikmat membuat seseorang memiliki kekuatan batin.
Kita bisa melihat hal ini dalam kehidupan sehari-hari. Dua orang mungkin menghadapi masalah yang sama, tetapi respon mereka berbeda.
Yang satu langsung panik, marah, dan kehilangan arah.
Yang lain tetap tenang, berpikir jernih, lalu mengambil keputusan dengan hati-hati.
Apa bedanya?
Bukan soal siapa yang lebih kuat secara fisik, tetapi siapa yang memiliki hikmat.
Itulah sebabnya Alkitab begitu menekankan pentingnya mencari hikmat.
Hikmat bukan sekadar pengetahuan teori.
Hikmat adalah kemampuan untuk hidup sesuai kehendak Tuhan.
Hikmat membuat seseorang tahu apa yang benar di tengah dunia yang membingungkan.
Hikmat menolong seseorang bertahan ketika badai datang.
Menariknya, ayat ini juga berkata bahwa orang berpengetahuan memperbesar kekuatan.
Artinya, semakin seseorang belajar dan bertumbuh, semakin besar kapasitasnya menghadapi hidup.
Orang yang rendah hati untuk belajar akan menjadi lebih kuat dibanding orang yang merasa sudah tahu segalanya.
Karena itu jangan pernah berhenti belajar firman Tuhan. Jangan merasa cukup dengan pengalaman rohani masa lalu.
Dunia terus berubah, tantangan hidup terus berkembang, dan kita membutuhkan hikmat Tuhan setiap hari.
Semakin kita mengenal Tuhan, semakin kita memiliki kekuatan untuk menghadapi hidup.
Kadang Tuhan mengizinkan proses panjang dalam hidup kita bukan untuk menghancurkan kita, tetapi untuk membentuk hikmat di dalam diri kita.
Pengalaman gagal bisa mengajar kita kerendahan hati.
Masa sulit bisa mengajar kita ketekunan.
Air mata bisa mengajar kita bersandar kepada Tuhan.
Dan semua itu membentuk kekuatan yang tidak mudah runtuh.
Hari ini mungkin ada pergumulan yang sedang membuatmu lelah. Mungkin ada tekanan pekerjaan, konflik keluarga, atau ketidakpastian masa depan.
Jangan hanya mencari kekuatan dari dirimu sendiri. Datanglah kepada Tuhan dan mintalah hikmat-Nya.
Sebab hikmat dari Tuhan memberi kekuatan yang jauh lebih besar daripada sekadar tenaga manusia.
Hikmat Tuhan memberi kekuatan yang mampu bertahan ketika kekuatan manusia mulai habis.
