
Amsal 14:4
Kalau tidak ada lembu, juga tidak ada gandum, tetapi dengan kekuatan sapi banyaklah hasil.
Kita hidup di zaman yang sangat menyukai segala sesuatu yang cepat, praktis, dan rapi.
Orang ingin hidup tanpa repot.
Ingin pekerjaan tanpa tekanan.
Ingin hubungan tanpa konflik.
Ingin pelayanan tanpa pengorbanan.
Bahkan kadang kita berharap Tuhan memberkati hidup tanpa perlu melalui proses yang melelahkan.
Namun Amsal 14:4 mengingatkan bahwa kandang yang terlalu bersih mungkin justru tanda tidak adanya pertumbuhan.
Seekor lembu memang membuat kandang menjadi kotor. Ada bau, ada debu, ada pekerjaan tambahan.
Tetapi justru karena ada lembu, tanah bisa dibajak, panen bisa dihasilkan, dan lumbung bisa terisi penuh.
Demikian juga dalam hidup kita. Banyak musim pertumbuhan datang bersama rasa lelah dan ketidaknyamanan.
Orang tua lelah membesarkan anak, tetapi di sanalah kasih bertumbuh.
Pelayan Tuhan lelah melayani jemaat, tetapi di sanalah jiwa-jiwa disentuh Tuhan.
Seseorang bekerja keras setiap hari, tetapi melalui proses itu Tuhan sedang membentuk ketekunan dan tanggung jawab.
Kadang kita terlalu fokus pada “kotoran kandang” sampai lupa melihat “hasil panen” yang sedang Tuhan kerjakan.
Ada orang menyerah terlalu cepat karena hidup tidak berjalan semudah yang dibayangkan.
Sedikit tekanan membuat mereka mundur.
Sedikit konflik membuat mereka berhenti.
Sedikit rasa lelah membuat mereka kehilangan semangat.
Padahal mungkin justru di musim itulah Tuhan sedang menghasilkan sesuatu yang besar.
Bukan berarti semua kesibukan pasti berasal dari Tuhan. Ada juga kelelahan yang muncul karena kita hidup tanpa hikmat.
Tetapi ayat ini mengingatkan bahwa tidak semua ketidaknyamanan adalah tanda yang buruk. Kadang itu justru tanda bahwa ada sesuatu yang sedang bertumbuh.
Yesus sendiri tidak memilih jalan yang mudah.
Pelayanan-Nya penuh pengorbanan, penolakan, dan penderitaan.
Namun melalui proses itulah keselamatan dinyatakan bagi dunia. Salib yang tampak seperti kekalahan justru menjadi jalan kemenangan terbesar.
Mungkin hari-hari ini hidupmu terasa “berantakan.”
Jadwal padat.
Tanggung jawab banyak.
Hati lelah.
Ada air mata dalam proses yang sedang dijalani.
Jangan langsung menganggap Tuhan jauh darimu. Bisa jadi Tuhan sedang memakai musim itu untuk menghasilkan panen yang tidak bisa lahir melalui hidup yang terlalu nyaman.
Terkadang kita berdoa meminta berkat, tetapi menolak proses yang dipakai Tuhan untuk mendatangkan berkat itu.
Kita ingin hasil besar, tetapi tidak mau memikul tanggung jawab besar.
Kita ingin dipakai Tuhan, tetapi tidak mau dibentuk Tuhan.
Amsal ini mengajak kita melihat hidup dengan lebih dewasa.
Bahwa proses yang melelahkan tidak selalu sia-sia.
Bahwa kandang yang kotor bisa menjadi tanda adanya kehidupan dan produktivitas.
Tetap setia dalam prosesmu hari ini. Tuhan tidak sedang menyia-nyiakan kerja keras, air mata, atau kesabaranmu.
Di balik musim yang berat, Tuhan bisa sedang menyiapkan panen yang besar.
Di balik musim yang berat, Tuhan bisa sedang menyiapkan panen yang besar.
