Terjerat oleh Tali Dosa


Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus.  Bila engkau berjalan langkahmu tidak akan terhambat, bila engkau berlari engkau tidak akan tersandung.


Dosa biasanya bekerja perlahan. Ia masuk sebagai kebiasaan kecil, kompromi kecil, keputusan kecil yang kita anggap tidak masalah. Tetapi Alkitab berkata bahwa pada akhirnya dosa menjadi tali yang menjerat hidup kita sendiri.

Bayangkan seseorang yang berjalan di hutan dan kakinya terkena jerat tali. Awalnya ia mungkin masih bisa bergerak sedikit, tetapi semakin ia bergerak, jerat itu semakin kencang. Pada akhirnya ia tidak bisa bergerak sama sekali.

Begitulah dosa bekerja dalam hidup manusia. Dosa memberi ilusi kebebasan di awal, tetapi berakhir dengan perbudakan.

Mereka berkata, “Saya bisa berhenti kapan saja.” Tetapi kenyataannya sering tidak demikian. Kebiasaan buruk, kebohongan kecil, kompromi dalam integritas, dosa dalam pikiran, semuanya perlahan-lahan membentuk tali yang mengikat hidup seseorang.

Dan yang paling berbahaya adalah ketika seseorang tidak lagi mau ditegur, tidak mau diajar, dan tidak mau berubah.

Amsal berkata bahwa orang itu mati karena tidak menerima didikan.

Ini sangat menarik. Bukan hanya karena dosanya, tetapi karena ia menolak didikan. Artinya sebenarnya ada kesempatan untuk berubah, ada teguran, ada peringatan, ada suara Tuhan, ada nasihat orang lain, tetapi ia tidak mau mendengar.

Pada akhirnya kehancuran bukan terjadi karena Tuhan tidak menolong, tetapi karena ia menolak untuk diajar.

Kadang melalui firman Tuhan, kadang melalui khotbah, kadang melalui nasihat teman, kadang melalui teguran, bahkan kadang melalui masalah dan kesulitan hidup. Semua itu bisa menjadi cara Tuhan menarik kita kembali ke jalan yang benar.

Masalahnya bukan apakah Tuhan berbicara, tetapi apakah kita mau mendengar.
Orang bijak bukan orang yang tidak pernah salah, tetapi orang yang mau diajar.
Orang bodoh bukan orang yang tidak pintar, tetapi orang yang tidak mau ditegur.

Inilah perbedaan besar yang menentukan arah hidup seseorang.

Apakah ada dosa yang kita anggap kecil tetapi sebenarnya mulai mengikat hidup kita?
Apakah ada kebiasaan yang kita tahu tidak benar tetapi kita terus lakukan?
Apakah ada teguran yang sebenarnya sudah kita dengar berkali-kali tetapi kita abaikan?

Didikan Tuhan adalah tanda kasih Tuhan. Seperti seorang ayah yang menegur anaknya supaya tidak jatuh ke jurang, demikian juga Tuhan menegur kita supaya kita tidak menghancurkan hidup kita sendiri.

Karena itu, ketika Tuhan menegur, jangan mengeraskan hati.  
Ketika firman Tuhan menegur, jangan mencari alasan.
Ketika hati nurani berbicara, jangan menutup telinga.

Lebih baik kita merasa tidak nyaman sekarang karena teguran, daripada menyesal nanti karena kehancuran.

Hidup dalam hikmat berarti hidup yang mau diajar, mau dikoreksi, mau bertobat, dan mau berubah.

Orang seperti ini tidak akan terjerat oleh tali dosa, karena setiap kali ia mulai menyimpang, ia segera kembali ke jalan Tuhan. Dan itulah jalan kehidupan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *