Jangan Tinggalkan Sarangmu


Seperti burung yang lari dari sarangnya, demikianlah orang yang lari dari tempat kediamannya.


Pindah pekerjaan, pindah gereja, pindah komunitas, bahkan pindah relasi. Ketika suasana tidak lagi menyenangkan, pilihan tercepat adalah pergi. Ketika ada sedikit gesekan, respons yang paling umum adalah menjauh.

Namun firman Tuhan hari ini mengajak kita berhenti sejenak. Seekor burung yang meninggalkan sarangnya kehilangan tempat berlindung.

Sarang bukan hanya tempat istirahat, tetapi tempat perlindungan dari badai, dari pemangsa, dari ancaman. Di situlah ia belajar terbang sebelum benar-benar siap menghadapi luasnya langit.

Demikian juga hidup kita.

Komunitas membentuk karakter. Tanggung jawab melatih kesetiaan. Proses yang tidak nyaman justru memperdalam akar.

Ada orang yang terus berpindah, bukan karena Tuhan memanggil, tetapi karena ia tidak mau diproses. Setiap kali muncul konflik, ia pergi. Setiap kali ada tuntutan komitmen, ia mundur. Setiap kali ada kritik, ia mencari tempat baru.

Tanpa sadar, ia sedang menjadi seperti burung yang meninggalkan sarang sebelum waktunya.

Padahal pertumbuhan sejati jarang terjadi dalam kenyamanan total.

Akar pohon bertumbuh dalam tanah yang gelap. Karakter bertumbuh dalam situasi yang tidak selalu ideal. Kesetiaan diuji bukan ketika semuanya menyenangkan, tetapi ketika kita ingin menyerah namun memilih tetap tinggal.

Tentu ada waktu ketika Tuhan memang memimpin kita untuk melangkah ke tempat baru. Tetapi itu lahir dari doa, kedewasaan, dan kejelasan panggilan, bukan dari emosi sesaat.

Pertanyaannya hari ini bukan sekadar, “Apakah saya harus pindah?” Pertanyaannya adalah, “Apakah saya sedang lari?”

Apakah saya pergi karena taat, atau karena tidak tahan?

Apakah saya meninggalkan tempat ini karena Tuhan menyuruh, atau karena ego saya tersentuh?

Kesetiaan di tempat yang sama sering kali lebih sulit daripada memulai sesuatu yang baru. Tetapi justru di situlah Tuhan membentuk stabilitas. Dunia menghargai mobilitas. Kerajaan Allah menghargai kesetiaan.

Mungkin hari ini Anda sedang merasa tidak nyaman di tempat Anda berada. Di keluarga, di pekerjaan, di pelayanan, atau di komunitas. Jangan buru-buru lari. Bawa dulu dalam doa. Periksa hati.

Mintalah Tuhan menunjukkan apakah ini musim untuk bertahan atau musim untuk melangkah.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *