Hikmat Menuntun Jalan


Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus.  Bila engkau berjalan langkahmu tidak akan terhambat, bila engkau berlari engkau tidak akan tersandung.


Kita berjalan dari satu tahap ke tahap berikutnya, membuat keputusan demi keputusan, memilih arah demi arah. Masalahnya, tidak semua jalan itu benar.

Ada jalan yang kelihatannya baik tetapi berujung pada kehancuran. Ada jalan yang terlihat mudah tetapi sebenarnya membawa kita semakin jauh dari Tuhan.

Hikmat Tuhan seperti peta dan kompas dalam perjalanan hidup. Tanpa hikmat, seseorang bisa berjalan dengan cepat tetapi ke arah yang salah.

Lebih baik berjalan pelan di jalan yang benar daripada berlari cepat di jalan yang salah.

Ayat ini juga memberikan gambaran yang sangat indah: jika kita berjalan dalam hikmat, langkah kita tidak akan terhambat dan kita tidak akan tersandung.

Banyak orang tersandung dalam hidup bukan karena mereka tidak pintar, tetapi karena mereka tidak berhikmat.

Mereka membuat keputusan tanpa bertanya kepada Tuhan.

Mereka mengikuti emosi, mengikuti orang lain, mengikuti keinginan sendiri, lalu akhirnya jatuh dalam masalah yang sebenarnya bisa dihindari.

Hikmat membuat kita tahu kapan harus berbicara dan kapan harus diam.
Hikmat membuat kita tahu dengan siapa harus berteman dan dari siapa harus menjaga jarak.
Hikmat membuat kita tahu keputusan mana yang harus diambil dan mana yang harus dihindari.

Hikmat membuat langkah hidup kita lebih stabil.

Perhatikan juga bahwa ayat ini tidak mengatakan kita tidak akan berjalan, tetapi kita akan berjalan. Tidak mengatakan kita tidak akan berlari, tetapi kita akan berlari.

Perhatikan: Tuhan tidak ingin kita berhenti berjalan, Tuhan ingin kita berjalan di jalan yang benar.

Banyak orang berdoa meminta Tuhan memberkati hidup mereka, tetapi jarang berdoa meminta hikmat untuk hidup mereka. Padahal tanpa hikmat, berkat pun bisa menjadi masalah.

Uang tanpa hikmat bisa menghancurkan.
Jabatan tanpa hikmat bisa menjatuhkan.
Kepandaian tanpa hikmat bisa membuat sombong.

Tetapi hikmat membuat seseorang bisa berjalan dengan benar dalam segala keadaan.

Orang yang berjalan di jalan hikmat mungkin terlihat lebih lambat, tetapi langkahnya pasti. Orang yang berjalan di jalan hikmat mungkin tidak selalu mudah hidupnya, tetapi hidupnya tidak mudah hancur.

Orang yang berjalan di jalan hikmat mungkin tidak selalu populer, tetapi hidupnya berkenan di hadapan Tuhan.

Setiap hari sebenarnya kita sedang berjalan di suatu jalan. Pertanyaannya bukan apakah kita berjalan atau tidak, tetapi kita berjalan di jalan yang mana.

Jalan hikmat atau jalan kebodohan.
Jalan Tuhan atau jalan sendiri.
Jalan kebenaran atau jalan yang menyimpang.

Mintalah hikmat Tuhan setiap hari, karena hikmat Tuhan akan menjaga langkah kita supaya tidak tersandung dalam perjalanan hidup.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *