
Amsal 9:9
Berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak, ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah.
Ada orang yang langsung tersinggung ketika ditegur.
Sedikit koreksi terasa seperti penghinaan.
Nasihat dianggap serangan.
Teguran dipandang sebagai usaha menjatuhkan harga diri.
Akibatnya, hidup menjadi sulit bertumbuh karena hati terus menutup diri.
Namun Alkitab menunjukkan gambaran yang berbeda tentang orang bijak. Orang bijak justru semakin bertumbuh ketika menerima nasihat.
Ia tidak sempurna, tetapi ia memiliki hati yang terbuka.
Ia sadar bahwa Tuhan bisa memakai siapa saja untuk membentuk dirinya—orang tua, sahabat, pasangan, pemimpin rohani, bahkan situasi yang tidak nyaman.
Sering kali yang menghambat pertumbuhan bukan kurangnya pengetahuan, melainkan terlalu besarnya ego.
Kita ingin terlihat benar.
Kita ingin mempertahankan citra diri.
Kita takut dianggap gagal jika harus mengakui kesalahan.
Padahal justru kemampuan mengakui kekurangan adalah awal dari hikmat sejati.
Kadang Tuhan mengizinkan kita menerima teguran yang menyakitkan bukan untuk menghancurkan kita, tetapi untuk menyelamatkan kita dari arah hidup yang salah.
Sama seperti seorang dokter yang harus membersihkan luka agar tidak membusuk, demikian pula Tuhan kadang memakai koreksi untuk membersihkan area hidup yang mulai menyimpang.
Maka orang yang berhikmat memahami bahwa nasihat yang benar adalah anugerah.
Tidak semua orang mau cukup peduli untuk menegur dengan kasih. Ada orang yang membiarkan kita terus salah demi menjaga kenyamanan hubungan.
Tetapi orang yang sungguh mengasihi akan berani berkata jujur demi kebaikan kita.
Amsal 9:9 juga mengingatkan bahwa pertumbuhan rohani tidak pernah berhenti.
Tidak peduli berapa usia kita, berapa lama kita melayani, atau seberapa banyak pengalaman yang kita miliki, selalu ada ruang untuk belajar.
Hati yang lembut dan mau diajar adalah tanah subur tempat hikmat Tuhan bertumbuh.
Dalam kehidupan sehari-hari, Tuhan sering mengajar melalui hal-hal sederhana.
Kadang melalui kritik kecil.
Kadang melalui kegagalan yang memalukan.
Kadang melalui nasihat yang awalnya sulit diterima.
Tetapi ketika kita merendahkan hati dan mendengarkan, kita akan melihat bahwa Tuhan sedang membentuk karakter yang lebih dewasa di dalam diri kita.
Hari ini, mungkin ada nasihat yang sedang sulit Anda terima.
Mungkin ada teguran yang terasa tidak nyaman. Jangan buru-buru menolaknya.
Bawalah itu dalam doa. Mintalah Tuhan memberi hati yang lembut untuk membedakan mana koreksi yang perlu diterima dan mana yang perlu disaring dengan hikmat.
Sebab sering kali pertumbuhan terbesar lahir dari momen-momen ketika kita bersedia diajar.
Hati yang mau dikoreksi adalah pintu menuju hikmat yang lebih besar.