Harta yang Lahir dari Kerendahan Hati

Amsal 22:4

Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.


Dunia berkata: tunjukkan dirimu, tinggikan dirimu, dan rebut kesempatan sebanyak mungkin. Tetapi hikmat Tuhan berkata: rendahkan hatimu dan hormatilah Tuhan.

Kerendahan hati bukan berarti seseorang tidak memiliki kemampuan atau keberanian. Kerendahan hati berarti seseorang mengetahui bahwa segala sesuatu yang ia miliki berasal dari Tuhan.  Baik itu: Talenta, kesempatan, bahkan napas hidup adalah anugerah.

Ketika seseorang hidup dengan kesadaran seperti ini, cara ia memandang hidup akan berubah. Ia tidak lagi merasa harus membuktikan dirinya kepada semua orang.

Ia tidak perlu meninggikan dirinya sendiri. Ia cukup setia berjalan bersama Tuhan.

Orang yang takut akan Tuhan tidak hanya berpikir tentang apa yang menguntungkan secara cepat, tetapi tentang apa yang benar di hadapan Allah. Ia belajar menahan diri ketika godaan datang. Ia memilih kejujuran ketika ada kesempatan untuk curang.

Ia menjaga integritas ketika tidak ada orang yang melihat.

Banyak orang mengejar kekayaan, kehormatan, dan kehidupan yang bahagia dengan cara yang salah.

Mereka mengejar uang tanpa karakter.

Mereka mengejar reputasi tanpa integritas.

Mereka mengejar keberhasilan tanpa takut akan Tuhan.

Jalan itu mungkin terlihat lebih lambat, lebih sederhana, bahkan kadang tidak menarik di mata dunia. Tetapi jalan itu adalah jalan yang diberkati Tuhan.

Ia lebih mudah bertumbuh. Ia tidak merasa sudah tahu segalanya. Dan ketika seseorang takut akan Tuhan, ia memiliki kompas moral yang jelas dalam setiap keputusan hidupnya.

Dua sikap ini membentuk karakter yang kuat dan stabil. Orang seperti ini sering kali dihormati, bukan karena ia memaksa orang lain menghormatinya, tetapi karena hidupnya memancarkan integritas.

Itu adalah kehidupan yang penuh damai, relasi yang sehat, reputasi yang baik, dan hati yang tenang di hadapan Tuhan.

Amsal 22:4 mengingatkan kita bahwa berkat Tuhan sering datang melalui jalan yang sederhana: hati yang rendah dan hidup yang menghormati-Nya.

Dan ketika kita berjalan di jalan ini, kita sedang berjalan menuju kehidupan yang benar-benar bernilai.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *