
Amsal 21:6
Harta yang diperoleh dengan lidah dusta adalah uap yang hilang dan jerat yang mematikan.
Di dunia yang serba cepat ini, godaan untuk “mempercepat proses” sering terasa begitu kuat.
Sedikit manipulasi data, sedikit menutupi fakta, sedikit mempermanis laporan, sedikit mengurangi kejujuran—semuanya tampak kecil. Bahkan kadang dianggap wajar. Yang penting hasilnya tercapai.
Namun firman Tuhan melihat lebih dalam dari sekadar hasil. Tuhan menilai cara.
Harta yang diperoleh dengan dusta mungkin terlihat nyata di rekening, tetapi secara rohani ia seperti uap. Ada hari ini, hilang besok. Bahkan ketika secara nominal tidak langsung hilang, damai sejahtera di dalam hati mulai terkikis. Integritas mulai retak. Relasi menjadi rapuh.
Menarik bahwa ayat ini tidak hanya mengatakan hasilnya akan lenyap, tetapi juga menjadi jerat yang mematikan. Karena dusta tidak pernah berdiri sendiri. Satu kebohongan biasanya membutuhkan kebohongan berikutnya untuk menutupinya.
Lama-lama, seseorang bukan lagi sekadar berbohong, tetapi hidup di dalam sistem kebohongan. Ia terjebak dalam citra yang harus terus dipertahankan.
Namun sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk hidup dalam terang. Integritas bukan hanya soal reputasi di depan manusia, tetapi soal keselarasan hati di hadapan Allah.
Itulah mengapa kerajaan Allah bukan dibangun di atas kepintaran memanipulasi, melainkan kebenaran oleh Roh Kudus. Dan kebenaran itu mungkin membuat jalan terasa lebih lambat, tetapi ia kokoh dan aman.
Itulah juga sebabnya sering kali kita tidak jatuh karena tidak tahu bahwa dusta itu salah, melainkan karena kita takut kehilangan kesempatan. Takut tertinggal. Takut dianggap gagal.
Padahal Tuhan sanggup memelihara hidup kita tanpa kita harus menipu untuk bertahan. Berkat Tuhan tidak pernah menuntut kita mengorbankan integritas.
Jika hari ini ada pergumulan di area kejujuran—dalam bisnis, pelayanan, pekerjaan, atau relasi—firman ini mengingatkan dengan lembut sekaligus tegas. Jangan memilih keuntungan yang menguap dan berujung jerat.
Pilihlah jalan yang mungkin tidak instan, tetapi penuh damai dan berkenan kepada Tuhan.
Integritas mungkin tidak selalu membuat kita kaya secara cepat, tetapi ia menjaga jiwa tetap hidup. Dan jiwa yang hidup di hadapan Tuhan jauh lebih berharga daripada harta yang diperoleh dengan lidah dusta.
Keuntungan tanpa kejujuran hanya sementara, tetapi integritas menjaga hidup untuk selamanya.